Ayo Bergerak

Cerita inspiratif dan motivasi berjudul ayo bergerak
Cerita Inspiratif berjudul Ayo Bergerak! Iseng-iseng saya mengeluarkan dua lembaran Rp. 50.000,-. Ditengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. "Silakan, siapa yang mau boleh ambil" ujar Saya.

Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp. 100.000,-.

Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima, saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius, beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya.

Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk.

Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan, ia lalu kembali ke kursinya.

Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan saya, gerakannya begitu cepat, tapi tangann berhenti manakala uang itu disentuhnya, saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan, semua audiens tertegun.

Saya ulangi pesan Saya, "Silakan ambil, silakan ambil" Ia menatap wajah saya, dan saya pun menatapnya dengan wajah lucu, audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu, saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya.

Semua audiens tertawa terbahak-bahak, seseorang lalu berteriak, "Kembalikan, kembalikan!" Saya mengatakan, "Tidak usah, uang itu sudah menjadi miliknya."

Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp. 100.000,-. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak, bukankah uang yang saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan?

Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan "Saya pikir Bapak cuma main-main", "Nanti uangnya toh diambil lagi", "Malu-maluin aja", "Saya tidak mau kelihatan nafsu, kita harus tetap terlihat cool!", "Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu", "Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya", "Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas", "Saya takut salah, nanti Cuma jadi tertawaan doang", "Saya kan duduk jauh di belakang", dan seterusnya.

Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari, hampir setiap kita dilewati oleh rangkaian opportunity(kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja, kita tidak menyambutnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah.

Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung, Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya.

Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkang dalam jeruji rumah sakit besama orang-orang tidak waras, saya sampai tidak percaya ia berada di situ, dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras, Ia bisa menilai "gila" nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya.

Cuma, matanya memang tampak agak merah, waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. "Gila aja...ini kan gara-gara saudara-saudara saya tidak mau mengurus saya, saya ini tidak gila, mereka semua itu sakit..." Lantas, apa yang kamu maksud 'sakit'?

"Orang 'sakit'(gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan, yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari" katanya penuh semangat, saya pun mengangguk-angguk.

Sobat, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama, mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana.

Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang, perubahan hanya akan datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.

"Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berpikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya"

Get Started. Get into the game. Gen into the playing field, Now. Just do it!