Freelancer dan Plus-Minusnya

Plus-minus jadi freelancer
Freelancer atau pekerja sambilan atau pekerja lepas, adalah seseorang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan jangka panjang tertentu. Banyak sekali pekerjaan yang dikaitkan dengan kategori freelancer seperti desainer, programmer, blogger, dan lainnya.

Freelancer ini banyak yang orang anggap enak dan juga tidak. Freelancer itu bahagia atau tidak. Nah mari kita lihat sedikit plus-minusnya jadi freelancer seperti di bawah ini.

1. Nggak Ada Ketakutan Hari Senin

Freelancer menentukan jam kerja sendiri, tidak terikat seperti karyawan tetap yang harus masuk pukul delapan pagi dan pulang pukul lima sore. Pekerjaan freelancer pun dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja seperti di rumah, kafe, taman dengan santai.

2. Nggak Ngerasain Stressnya Macet

Keuntungan lain dari Freelancer kamu tidak harus macet-macetan. Karena Freelance bisa bekerja tanpa harus beranjak kemana-mana, cukup depan PC/Gadget. Wah enak juga yah, haha.

3. Penghasilan Lebih Besar

Penghasilan freelancer bisa saja lebih besar daripada karyawan kantoran pada umumnya, bersumber dari berbagai proyek yang diambil. Hal ini tergantung kepada kreativitas, jaringan kerja, keahlian yang dimiliki, dan sumber informasi yang ia miliki.

4. Penghasilan Tidak Tetap

Freelancer belum tentu mendapatkan pekerjaan setiap bulannya. Karena penghasilan seorang freelancer bergantung pada klien. Hal ini memengaruhi pendapatan yang diperoleh. Jadi, kadang penghasilannya besar, atau tidak ada penghasilan sama sekali. Huh, pikir-pikir dulu deh kalau mau jadi freelancer, haha.

5. Jam Kerja Melebihi 8 Jam

Seorang freelancer seringkali bekerja sampai larut malam demi menyelesaikan deadline (batas waktu) yang harus ditepati. Hal ini bisa diantisipasi dengan pengaturan timeline (jam aktif) dan measurement (pengukuran/perbandingan) yang tepat sehingga tak ada istilah kebut semalam. Walau begitu, bila pekerjaan sudah selesai sebelum deadline, pastinya jam santai/bebas akan didapat lebih banyak,kan? Yap begitulah, ada minus ada plus.

6. Disangka Pengangguran

Yang terakhir ini paling njleB, sob! Masih banyak orang yang menilai bahwa bekerja itu keluar rumah. Padahal di zaman sekarang kerja bisa dilakukan di rumah. Bahkan seringkali seorang Freelancer disangka pengangguran. Ditambah lagi tidak semua orang tua paham, apalagi calon mertua, kalau sudah tanya "Apa pekerjaan kamu, nak?", harus pintar-pintar menjelaskannya,ya !

Kuranglebih begitulah situasi yang dialami para Freelancer. Ada kelebihan ada kekurangan. Ada enak ada tidak enaknya. Bahagia atau tidaknya tergantung Freelancer itu sendiri.

Jadi, mau coba jadi freelancer ?