Kisah Nabi Ilyasa As.

Kisah Nabi Ilyasa As. lengkap
Kisah Nabi Ilyasa As. Ilyasa' adalah anak dari Safet dan penerus Nabi Ilyas, Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi Ilyas adalah paman dari Ilyasa', yang bila anda membaca pada Kisah Nabi Ilyas As., Ilyasa ini adalah anak angkatnya. Ia merupakan penerus Nabi Ilyas, melaksanakan dakwah setelah Nabi Ilyas wafat (jasadnya). Karenanya dalam berdakwah ia berpegang pada syari'at dan metode nabi Ilyas untuk bangsa Israel.

Kisah Ilyasa'


Ilyasa adalah rasul dari kalangan Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa, Harun, serta Ilyas. Nama Ilyasa mulai disebut dalam kisah Nabi Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Yordania.

Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi anak angkat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas kenabian tersebut begitu Ilyas meninggal. Ilyasa melanjutkan misi ayah angkatnya agar kaumnya kembali taat kepada ajaran Allah Swt.

Beliau lalu diangkat oleh Allah Swt menjadi Nabi dan Rasul sebagai pengganti Nabi Ilyas As. sebagaimana telah terkandung dalam Al-Qur’an surat Al-An'am ayat 86 yang berbunyi :

"Adapun Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth, semuanya itu telah Kami berikan kepadanya kelebihan derajatnya di atas umat (di masanya)". (QS. Al-An'am : 86).

Dia menghadapi sikap penyangkalan Raja dan Ratu Israel terhadap agama sepeninggal Nabi Ilyas. Nabi Ilyasa' menunjukkan banyak mukjizat untuk menunjukkan kekuasaan Allah, tapi mereka malah menyebutnya tukang sihir, sama seperti ketika mereka menyebut Nabi Ilyas sebelumnya. Mereka terus membangkang sepanjang hidup Nabi Ilyasa. Setelah beberapa lama, bangsa Israel ditaklukkan oleh Bangsa Assyria. Bangsa Assyria menghancurkan Kuil Gunung dan menyebabkan kerusakan parah di Israel.

Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Nabi Ilyas wafat (jasadnya). Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa. Selanjutnya pada zaman itu lahirlah Nabi Yunus As.

Tiap-tiap umat yang durhaka di muka bumi ini, didatangkanlah oleh Allah siksaan kepada mereka dan Allah mengganti lagi dengan umat yang baru.

WaAllahu'Alam