Kota Kreatif di Indonesia

Kota kreatif di Indonesia beserta ulasannya
Kota kreatif di Indonesia. Hingga kini UNESCO telah menetapkan 34 kota di dunia sebagai bagian dari Creative Cities Network. Beberapa kota kreatif UNESCO tersebut antara lain Sidney, Melbourne, Sevilla, Bologna, Shanghai, Beijing, Shenzhen, Lyon, Genju, Nagoya dan Dublin.

Indonesia sebagai negara yang memiliki ragam suku bangsa dengan kekhasan produk seni dan budaya yang tiada duanya berpotensi untuk melahirkan kota kreatif dunia. Kota-kota apa saja sih itu?

1. Yogyakarta

Kota kreatif Yogyakarta
Yogyakarta menjadi salah satu yang dianggap layak untuk menyandang predikat kota kreatif di Indonesia. Setelah digodok dan dipersiapkans ejaktahun 2012, Yogyakarta akhirnya resmi diusulkan sebagai kandidat Kota Kreatif UNESCO (Creative Cities). Pengajuan yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertujuan agar Yogyakarta mendapat pengakuan internasional secara lebih luas sebagai kota yang memiliki keunggulan dalam bidang seni, budaya dan industri kreatif.


2. Jakarta

Kota kreatif Jakarta
Membicarakan kota kreatif, sudah tentu Jakarta merupakan salah satu kota kreatif di Indonesia. Selain berfungsi sebagai ibukota negara, berbagai kegiatan seni hingga event berkelas internasional selalu digelar di Jakarta.

Meski sering dikepung banjir dan macet, namun hal itu tak menghalangi laju Jakarta untuk berkreasi. Tempat-tempat seperti Taman Ismail Marzuki, Taman Suropati, Galeri Nasional dan Gedung Kesenian Jakarta, merupakan salah satu pusat perkembangan kreativitas kota Jakarta.

Lagi pula, Jakarta sangat terbuka akan ide segar dan perubahan yang dinamis. Lihat saja dari banyaknya variasi kafe hingga produk unik yang ditawarkan. Kota Jakarta memang kreatif dan tidak pernah kehabisan ide.


3. Bandung

Kota kreatif Bandung
Orang Bandung terkenal memiliki banyak inovasi dalam mengembangkan serta menciptakan tren. Bandung tidak memiliki akar budaya yang terlalu kuat seperti halnya Solo dan Jogja. Alasan inilah yang juga membuat orang-orang Bandung bebas dan berani dalam mengeskploitasi ide.

Besarnya angka pemuda di Bandung melahirkan budaya nongkrong, budaya nongkrong di kalangan muda ini memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dari budaya berkumpul atau nongkrong itulah timbul banyak gagasan-gagasan dan alasan berdirinya komunitas-komunitas di Bandung. Keguyuban komunitas di Bandung mampu membangun kepedulian yang berujung pada pengaplikasian usaha ekonomi kreatif.

Sejak 1920-an Bandung telah dibangun oleh Belanda sebagai kota yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup pada masa penjajahan. Bukti peninggalan itu hingga kini masih terlihat di sepanjang Jalan Braga. Itulah mengapa kota ini mendapat julukan Paris van Java.

4. Bali

Kota kreatif Bali
Rasanya tak perlu dijelaskan lagi apa saja yang membuat Kota Dewata ini begitu kreatif. Bali telah dikenal oleh mancanegara jauh sebelum Indonesia merdeka. Keindahan alam serta keelokan budayanya yang menyatu dengan agama membuat Bali jadi tempat bersemayam yang asyik bagi traveller.

Kreativitas anak muda Bali dalam mengelola keindahan alamnya, menjadikan Bali destinasi wisata utama para pelancong dunia jika ke Indonesia. Wilayah yang terkenal dengan pantainya ini pun selalu punya kiblat sendiri dalam hal fashion dan tren anak mudanya.

5. Malang

Kota kreatif Malang
Pada tahun 2016, Malang dijadikan tuan rumah ICCC. Dan itu adalah salah satu langkah Malang menjadi kota kreatif International. Mulai dari bidang musik maupun film yang memiliki daya saing sangat tinggi di level international menjadikan mereka bisa menjalin komunikasi bisnis setelah event ICCC. Pemerintah kota Malang Jawa Timur, segera mendaftarkan digital kreatif yang berkembang pesat didaerah itu ke UNESCO. Potensi yang memungkinkan adalah digital kreatif. Artinya kota Malang sebagai salah satu kota kreatif di dunia dengan kekhususan digital kreatif yang diakui oleh UNESCO.


6. Pekalongan

Kota kreatif Pekalongan
Pekalongan sudah lama dikenal sebagai kota Batik, hal ini membuat Pekalongan mendapat perhatian UNESCO sebagai salah satu jaringan kota kreatif. Pekalongan terpilih sebagai kota kreatif dalam kategori Craft and Folk Arts. Dalam kategori ini, Pekalongan bersanding dengan kota Kingdezhen (China), Nassau (Bahama), Suzhou (China), dan Jacmel (Haiti). Keberhasilan Pekalongan menjadi kota kreatif pun tak bisa lepas dari peran semua lapisan masyarakatnya.

Dari segi ekonomi, produksi batik di Pekalongan setiap harinya memproduksi segala jenis, motif, bahan, dan warna batik tulis. Sedangkan dari segi budaya, upaya ini juga menjadi salah satu pelestari kebudayaan asli Indonesia. Keseriusan Pekalongan menjadi kota Batik juga ditunjukkan Pemerintah Kotanya lewat diadakannya muatab lokal membatik dan juga jurusan kuliah membatik.