Pola Kerja Profesional dan Tahap Kewirausahaan Produk Rekayasa

Pola Kerja Profesional

Pola Kerja Profesional adalah tindakan dalam suatu pekerjaan secara sistematis, memecahkan permasalahan teknis, bekerja dalam tim dan kesadaran akan kualitas untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam berproduksi.

Kewirausahaan dalam pembuatan produk rekayasa menjadi peluang yang baik dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi bagi sumber daya yang tersedia. Banyaknya variasi karya yang dihasilkan menambah keberagaman karya rekayasa yang secara bertahap mengalami penyempurnaan dan sebagai bagian solusi dari kebutuhan masyarakat yang beragam.

Pola kerja profesional menjadi alasan dalam pengambilan tindakan yang tepat dalam suatu kewirausahaan produk rekayasa. Adapun pola kerja profesional yang dibentuk dalam sebuah Action Loop, yaitu :
Pola kerja profesional dalam kewirausahaan produk rekayasa
Informasi tugas atau pekerjaan (inform) yang disampaikan, dikembangkan dalam bentuk perencanaan dan menyiapkan dokumen secara tertulis (plan). Perencanaan kerja dibuat, dan keputusan diambil atas semua kebutuhan yang diperlukan termasuk alat dan bahan/material (decide). Tugas dilaksanakan dengan memperhatikan kriteria yang ditentukan (carry out). Pengecekan produk (control) dan melakukan evaluasi dengan mendiskusikan produk yang telah dibuat (evaluate).

Ada 6 pola kerja profesional yang terdapat dari Action Loop tersebut, yaitu :
1. Informasi (inform)
2. Perencanaan (plan)
3. Keputusan (decide)
4. Memperhatikan (carry out)
5. Pengecekan/Mengontrol (control)
6. Evaluasi (evaluate)


Tahap Kewirausahaan

Tahap Kewirausahaan adalah suatu susunan pelaksanaan dalam suatu wirausaha. Tahap kewirausahaan meliputi tahap memulai, melaksanakan, mempertahankan, dan mengembangkan. Lengkapnya pada bahasan di bawah ini.

1. Tahap Memulai

Melihat peluang usaha produk rekayasa menjadi bagian utama dan pertama dan menentukan jenis usaha yang dikembangkan baik itu berupa produk maupun jasa. Identifikasi kebutuhan sumber daya pada usaha produk rekayasa yang direncanakan. Prosedur yang ditetapkan diantaranya jenis usaha, manfaat, teknik rekayasa, dan pengemasan.


2. Tahap Melaksanakan

Praktek usaha produk rekayasa berdasarkan kebutuhan sumber daya yang meliputi : a) man, b) money, c) material, d) machine, e) method, dan f) market. Pembiayaan, organisasi, kepemilikan, sumber daya manusia, dan kepemimpinan yang memiliki pemahaman mengenai resiko, membuat keputusan, mengevaluasi dan pemasaran produk usaha menjadi tahapan yang penting diperhatikan dalam proses produksi yang menerapkan keselamatan kerja dan mengembangkan sikap peduli lingkungan.

3. Tahap Mempertahankan

Usaha produk rekayasa dalam mempertahankan dalam berproduksi dengan melakukan analisis perkembangan dan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

4. Tahap Mengembangkan

Kreativitas dan inovasi menjadi penting untuk mengembangkan usaha produk rekayasa baik yang bergerak dibidang jasa maupun produk. Hasil usaha yang dijalankan secara positif, mengalami perkembangan yang baik dan cenderung dapat bertahan.