Steve Jobs: Inspirasi dan Motivasi

Inspirasi dan motivasi yang dapat kita ambil dari seorang Steve Jobs
Kita pastinya dapat memetik suatu inspirasi dan motivasi dari seorang Steve Jobs. Siapa yang tidak kenal lambang yang biasa sobat lihat apel tergigit, pasti kalian sering lihat dimanapun kalian berada, haha. Steve Jobs adalah seorang tokoh bisnis dan penemu dari Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple Inc. Steve Jobs juga sebelumnya menjabat sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios. Beliau menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006, setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney. Namanya dicantumkan sebagai produser eksekutif dalam film Toy Story tahun 1995.

Dari latarbelakang kesuksesannya di dunia teknologi, pastinya ada kutipan-kutipan hidupnya yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi untuk kita semua yang sedang menuju kesuksesan, aamiin.

Mari kita simak apa saja yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi dari seorang Steve Jobs dan kata-kata bijak Steve Jobs.
Design is not what it looks like and feels like. Design is how it works. -Steve Jobs

1.  Belajar "Do what you love."

Salah satu kata-kata terkenal Steve Jobs yang sukses menginspirasi banyak orang. Meski pernah tersingkir dari perusahaannya sendiri, Jobs tetap mencintai pekerjaan terbaik yang disukainya. Ia tidak mau berpangku tangan dan tetap bekerja hingga takdir akhirnya mempersatukannya kembali dengan Apple, perusahaan yang pernah mendepaknya.

Steve Jobs mengatakan, "Pekerjaan Anda akan mengisi sebagian besar waktu dan ruang dalam hidup Anda. Satu-satunya cara yang dapat menjadikan Anda puas adalah dengan melakukan apa yang anda yakini dengan sebaik-baiknya sebagai sebuah pekerjaan hebat. Dan melakukan sebuah pekerjaan hebat hanyalah dengan mencintainya, dan ketika Anda belum menemukan itu teruslah mencari. Anda akan tahu bagaimana menemukannya sebagaimana hati merasakan."


2. Belajar Melihat Inovasi di Depanmu

Dunia telah menjadi saksi berbagai penemuan inovatif tiada henti dari Apple dengan buah karya dari pemikiran Steve Jobs. Karya-karya inovatifnya semacam iPhone, iPad, iMac, Macintosh, dan lain sebagainya selalu dinanti jutaan orang di seluruh dunia. Mereka bahkan rela mengantri bahkan sampai menginap di toko meski harga produknya relatif mahal, hanya untuk jadi orang pertama yang memiliki produknya.

Inilah yang ingin ditekankan Steve Jobs, yakni kalaupun kamu sudah berhasil akan suatu hal, janganlah terlalu lama terdiam akan kesuksesan tersebut. Hasilkanlah lagi sesuatu yang lebih luar biasa lagi.

"Saya rasa jika Anda melakukan sesuatu dan ternyata menghasilkan sesuatu yang ternyata mengagumkan, maka Anda harus mencoba melakukan hal luar biasa lainnya, jangan terpaku terlalu lamu. Temukan saja apa hal selanjutnya."

3. Belajar Percaya Diri

Steve Jobs dikenal sebagai pribadi yang sangat percaya diri. Ia tidak takut untuk berbeda dengan orang lain dan mencipta produk yang saat itu nggak lazim di pasaran.

Selain percaya diri, ia juga mampu menularkan kepercayaan dirinya ke orang lain di sekitarnya. Contohnya ketika Jobs nyiptain iPhone buat pertama kali, ia sempat berpikir bahwa nggak mungkin memakai bahan plastik untuk layar iPhonenya. Dia beranggapan bahwa, plastik mudah sekali terkelupas dan tergores, oleh karenanya dia akan mengganti layar plastik tersebut dengan bahan yang terbuat dari kaca. Dan akhirnya seperti iphone yang ia ciptakan saat ini terbuat dari kaca dan terlihat sangat elegan dan tidak mudah rusak.

4. Belajar Jadi Diri Sendiri

Steve Jobs tidak pernah menghabiskan waktunya buat menjadi orang lain dan membantu mewujudkan mimpi mereka. Sejak muda, ia udah terbiasa mengikuti kata hati dan intuisinya biarpun harus nemuin banyak rintangan. Ia juga telah menemukan passion-nya di bidang teknologi dan berusaha keras ngewujudin impian sesuai caranya. Alhasil, sebelum usia 30 ia sudah menjadi salah seorang multijutawan dan pengusaha sukses.

"Waktu Anda terbatas, jadi jangan pernah membuang-buang waktu dengan hidup menjadi orang lain. Jadilah diri sendiri dan jangan terperangkap dogma dimana Anda harus bekerja dengan cara berpikir orang lain. Jangan suara batin anda tenggelam karena hiruk pikuk orang lain. Dan yang terpenting, beranilah mengikuti kata hati dan intuisi, yang mana keduanya telah tahu betul apa yang Anda inginkan."

5. Belajar Low Profile

Steve Jobs dikenal sebagai pribadi yang terobsesi pada kesederhanaan, gaya hidup dan perabotan di rumahnya pun sangat sederhana dan nggak banyak pernik. Bahkan ketika ia memutuskan balik ke Apple, ia hanya nerima gaji 1 dollar US pertahun dan tercatat di Guiness Book of Records sebagai CEO dengan gaji terendah di dunia.

"Fokus dan kesederhanaan dalam sebuah pekerjaan lebih penting, walau terkadang sederhana jauh lebih sulit karena Anda harus bekerja keras menyingkirkan dan membersihkan pikiran rumit Anda untuk menjadi sederhana. Namun pada saat Anda berhasil men-sederhana-kan sebuah pemikiran maka Anda bagaikan telah berhasil memindahkan gunung."

6. Belajar Kalahkan Kegagalan

Steve Jobs dikenal sebagai orang yang tidak mau kalah atas kegagalan. Selama perjalanan hidupnya, sudah tidak terhitung lagi steve jobs tertimpa kegagalan. Ia pun pernah menderita disleksia yang menyebabkan ia sulit untuk belajar dan akhirnya drop out dari bangku kuliah, kemudian ia sempat dikeluarkan dari perusahaan yang ia bangun sendiri, produk-produk yang ia buat banyak mengalami kegagalan di pasaran. Namun Steve Jobs tidak mau menyerah begitu saja. ia selalu bangkit melawan kegagalan yang menimpanya dan berakhir menjadi kesuksesan.

"... Anda harus bersedia untuk mengalami kegagalan. Anda harus mau mengalami kebuntuan, kejatuhan, dan kemalangan. Jika Anda takut gagal, Anda tak akan bisa mencapai banyak hal dalam hidup."


7. Belajar Percaya Semua Tidak Sia-Sia

Ketika Steve Jobs memutuskan untuk drop out dari kampusnya, ia kemudian mengikuti kelas kaligrafi dan belajar jenis-jenis huruf serta belajar menulis tifografi yang indah. Saat itu Jobs tidak tahu manfaat dari pelajaran itu, tapi setelah 10 tahun kemudian ia tahu jika yang ia pelajari itu nggak sia-sia. Seperti halnya ketika ia membuat Macintosh yang pertama, Jobs memasukkan tipografi cantik dan membuat mac menjadi kompter pertama yang memiliki tipografi yang cantik.

"Anda tidak akan mampu menghubungkan setiap titik demi titik dengan memandang ke depan, Anda hanya sanggup menghubungkannya dengan memandang ke belakang. Anda harus percaya bahwa titik demi titik akan saling terhubung dalam masa depan Anda. Titik dalam perjalanan hidup Anda akan terangkai di masa depan. Anda perlu percaya dengan intuisi, takdir, karma, dan jalan hidup."


8. Belajar Selalu Ingat Mati

Mengingat kematian sangat efektif bagi Steve Jobs untuk selalu kembali bersemangat mencipta inovasi-inovasi baru yang akhirnya dapat kita nikmati saat ini. Steve Jobs mengatakan, “ingatan bahwa saya akan segera mati adalah perangkat paling penting yang pernah saya gunakan untuk membantu saya membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup ini. Karena hampir semua hal – harapan, harga diri, rasa takut atau malu akan kegagalan – akan rontok jika berhadapan dengan kematian, dan hanya menyisakan apa yang benar-benar penting. Ingatan bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya ketahui untuk terhindar dari jerat pemikiran bahwa Anda akan merugi. Anda sudah tak berdaya. Tak ada alasan untuk tidak mengikuti suara hati Anda."

"Jika hari ini adalah hari terakhir hidup saya, apakah saya tetap ingin melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini? Dan setiap kali saya menemukan jawaban 'tidak' selama beberapa hari berturut-turut, maka saya tahu bahwa ada yang harus diubah."