Doa Ketika Malam Lailatul Qadar (Arti dan Latin/Terjemahan)

Doa ketika malam lailatul qadar lengkap beserta latin terjemahan dan artinya
Malam Lailatul Qadar atau Malam Seribu Bulan adalah malam penting yang hanya terjadi di bulan ramadhan. Disebut malam seribu bulan karena dalam Al-Qur'an digambarkan sebagai malam yang baik dari seribu bulan. Adapun kita sebagai umat muslim diwajibkan untuk memperbanyak doa dan dzikir pada malam tersebut. Pada dasarnya, malam lailatul qadar termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.
Doa ketika malam lailatul qadar

Doa Ketika Malam Lailatul Qadar

ALLAHUMMA INNAKA 'AFUWWUN TUHIBBUL 'AFWA FA'FU 'ANNII

Artinya: "Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku."

Cara membaca:
Doa lailatul qadar hanya dibaca di malam hari, ketika seorang muslim memiliki dugaan kuat bahwa malam itu adalah lailatul dadar. Seseorang bisa memperkirakan apakah malam itu lailatul qadar ataukah bukan melalui ciri malam tersebut.
Tidak ada bilangan tertentu untuk doa ini, karena itu bisa dibaca berapa­pun jumlahnya. Semakin banyak, semakin bagus.
Bisa juga diselingi dengan kegiatan yang lain. Misalnya: membaca doa ini 3 kali, kemudian shalat, setelah itu membaca lagi dan membaca doa yang lain.

Hadis selengkapnya:
Dari A'isyah, beliau bertanya kepada Nabi:
Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab:
Ucapkanlah: ALLAHUMMA INNAKA 'AFUWWUN...

[HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua'bul Iman 3426. Hadis ini dinilai shahih oleh Al-Albani].

Adakah tambahan "kariimun"?
Kita sering mendengar orang membaca doa yang mirip dengan ini, namun dengan tambahan:
Benarkah tambahan ini?
Disebutkan dalam Silsilah Alhadits As-Shahihah:
Dalam sunan Turmudzi, setelah afuwun, terdapat tambahan "kariimun"! Tambahan ini sama sekali tidak terdapat dalam referensi cetakan lama, tidak juga dalam cetakan lain yang menukil darinya. Kelihatannya, ini adalah tambahan dari sebagian pentranskrip atau penerbit. Tambahan ini tidak ada dalam cetakan Al-Hindiyah untuk sunan turmudzi yang ada syarahnya (Tuhfatul Ahwadzi) karya Mubarokfuri dan tidak pula dalam cetakan lainnya. Diantara yang menguatkan hal itu, bahwa Imam An-Nasai meriwayatkan doa ini dengan jalur Sanad sebagaimana yang ada dalam sunan Turmudzi, keduanya berasal dari gurunya: Quthaibah bin Said dengan Sanadnya dan tidak ada tambahan tersebut.
(Silsilah Ahadits As-Shahihah, catatan untuk hadis no. 3337)
Kesimpulannya bahwa tambahan "kariim" tidak ada dalam hadis. Kemungkinan, itu adalah tambahan proses transkrip atau dari penerbit.

Doa yang lain?
Disebutkan dalam riwayat lain, diantara doa yang dianjurkan untuk diucapkan adalah
ALLAHUMMA INNI AS-ALUKAL 'AFWA WAL 'AAFIYAH

Artinya: "Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan terbebas dari masalah."

Dalilnya:
Dari Abdullah bin Buraidah, bahwa A'isyah, pernah mengatakan:
"Jika saya tahu bahwa suatu malam itu adalah lailatul qadar, tentu doa yang paling banyak kuucapkan di malam itu, aku meminta kepada Allah ampunan dan terbebas dari masalah."

[HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 29189. Al-Albani menilai riwayat ini shahih, dan beliau berkomentar, "Nampaknya, Aisyah mengatakan demikian karena pendapat pribadinya." Simak Silsilah As-Shahihah (7/1011).].

Catatan:
Pada dasarnya, lailatul qadar termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Karena setiap muslim bisa membaca doa apapun untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Dan doa A’isyah di atas adalah doa yang terbaik, karena doa ini diajarkan langsung oleh Nabi kepada istri tercintanya. Karena itu, doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang