Penggunaan Tanda Koma yang Benar dan Contohnya Menurut EYD

Penggunaan tanda koma yang baik dan benar dan contohnya sesuai menurut EYD
Penggunaan tanda koma (,) dalam suatu teks fungsinya sangat penting dan cukup banyak yang akan dibahas pada postingan ini. Penggunaan tanda koma tentunya harus kita pahami secara mendalam.
Coba bandingkan:
x Ayo kita makan Erik!
y Ayo kita makan, Erik!
Dari contoh sederhana di atas kita bisa melihat penggunaan tanda koma sangat besar perannya dalam sebuah teks. Lantas dari mana kita bisa tahu mana penggunaan tanda koma yang benar dan salah? Kita ini bangsa Indonesia, pemerintah sudah menyediakan buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan untuk kita belajar berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tapi kita ingin semua yang secara instan, gak perlu ribet-ribet cari buku tersebut. Lengkapnya di postingan ini adalah Penggunaan Tanda Koma dan Contohnya Sesuai Menurut EYD.

1. Tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
Contohnya:
-Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
-Surat biasa, surat kilat, maupun surat khusus memerlukan prangko.
-Satu, dua, ... tiga!

2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi, atau melainkan.
Contohnya:
-Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
-Didi bukan anak saya, melainkan anak Pak Kasim.

3. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
Contohnya:
-Kalau hari hujan, saya tidak datang.
-Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

Tapi, tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.
Contohnya:
-Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
-Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
-Dia tahu bahwa soal itu penting.

4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contohnya:
-....Oleh karena itu, kita harus berhati-hati.
-....Jadi, soalnya tidak semudah itu.

5. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.
Contohnya:
-O, begitu?
-Wah, bukan main!
-Hati-hati, ya, nanti jatuh.

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contohnya:
-Kata ibu, "Saya gembira sekali."
-"Saya gembira sekali," kata ibu, "karena kamu lulus."

Tapi, tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
Contohnya:
-"Dimana Saudara tinggal?" tanya Karim.
-"Berdiri lurus-lurus!" perintahnya.

7. Tanda koma dipakai di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, dan nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contohnya:
-Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba 6, Jakarta.
-Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor.
-Kuala Lumpur, Malaysia.

8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Contohnya:
-Pramudya,Andi. 1996, Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 2 dan 3. Jakarta: PT. Pustaka Rakyat.

9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
Contohnya:
-W.J.S. Perwirakusuma, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 5.

10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contohnya:
-B. Ratulangi, S.H.
-Ny. Khadijah, M.A.

11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluh atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contohnya:
-12,5 m
-Rp12,50

12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contohnya:
-Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.
-Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.
-Semua siswa, baik yang laki-laki maupun perempuan, mengikuti latihan paduan suara.

Bandingkan dengan keterangan pembatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma:
x Untuk semua siswa yang lulus ujian harap mendaftarkan namanya pada panitia.
y Untuk semua siswa yang lulus ujian, harap mendaftarkan namanya pada panitia.

13. Tanda koma dapat dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat.
Contohnya:
-Dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang sungguh-sungguh.
-Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan terima kasih.
Bandingkan dengan:
-Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam upaya pembinaan dan pengembangan bahasa.
-Karyadi mengucapkan terima kasih atas bantuan Agus.

Bersumber dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bagian Penggunaan Tanda Koma dan Contohnya menurut/sesuai dengan EYD.