Penggunaan Tanda Titik yang Benar dan Contohnya Menurut EYD

Penggunaan tanda titik yang benar dan contohnya sesuai menuru EYD
Tanda titik biasanya sering kita lihat pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Penggunaan tanda titik dalam suatu teks sangat besar perannya, seperti menandakan berakhirnya suatu kalimat. Lantas dari mana kita bisa tahu mana penggunaan tanda titik yang benar dan salah? Kita ini bangsa Indonesia, pemerintah sudah menyediakan buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan untuk kita belajar berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Tapi kita ingin semua yang secara instan, gak perlu ribet-ribet cari buku tersebut. Lengkapnya di postingan ini adalah Penggunaan Tanda Titik dan Contohnya Sesuai Menurut EYD.

1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contohnya:
-Ayahku tinggal di Bogor.
-Biarlah mereka duduk di sana.
-Dia menanyakan siapa yang akan datang.
-Hari ini tanggal 6 April 1973.
-Marilah kita mengheningkan cipta.
-Sudilah kiranya Saudara mengabulkan permohonan ini.

2. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contohnya:
-Irwan S. Gatot
-George W. Bush
-Toni A. Wijaya

3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contohnya:
-Dr. (doktor)
-S.E. (sarjana ekonomi)
-Kol. (kolonel)
-Bpk. (bapak)

Tapi, tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contohnya:
-DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
-SMA (Sekolah Menengah Atas)
-WHO (World Health Organization)
-UUD (Undang-Undang Dasar)
-SIM (Surat Izin Mengemudi)
-Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
-rapim (rapat pimpinan)

4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contohnya:
-dll. (dan lain-lain)
-dsb. (dan sebagainya)
-tgl. (tanggal)
-hlm. (halaman)

5. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
Contohnya:
-a. III. Departemen Dalam Negeri
              A. Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
              B. Direktorat Jenderal Agraria
                                                                 1. ...
-b. 1. Patokan Umum
         1.1 Isi Karangan
         1.2 Ilustrasi
                                    1.2.1 Gambar Tangan
                                    1.2.2 Tabel
                                    1.2.3 Grafik

6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Contohnya:
-Pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)

7. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Contohnya:
-1.35.20 jam (1jam, 35 menit, 20 detik)
-0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)
-0.0.30 jam (30 detik)

8. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.
Contohnya:
-Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Poestaka.

9. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contohnya:
-Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
-Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1.231 jiwa.

Tapi, tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contohnya:
-Ia lahir pada tahun 1956 di Bandung.
-Lihat halaman 2345 seterusnya.
-Nomor gironya 5645678.

10. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan, ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.
Contohnya:
-Cu (tembaga)
-52 cm
-l (liter)
-Rp350,00

11. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.
Contohnya:
-Acara kunjungan Adam Malik
-Bentuk dan Kedaulatan (Bab 1 UUD'45)
-Salah Asuhan

12. Tanda titik tidak dipakai di belakang alamat pengirim dan tanggal surat atau nama dan alamat surat.
Contohnya:
-Jalan Diponegoro 82 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)
1 April 1985 (tanpa titik)

-Yth. Sdr. Moh. Hasan (tanpa titik)
Jalan Arif 43 (tanpa titik)
Palembang (tanpa titik)

-Kantor Penempatan Tenaga (tanpa titik)
Jalan Cikini 71 (tanpa titik)
Jakarta (tanpa titik)

Bersumber dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bagian Penggunaan Tanda Titik dan Contohnya menurut/sesuai dengan EYD, dan tambahan dari wikipedia indonesia.