Kiat dan Prosedur Pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi

Paspor

Apa itu Paspor ?

Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemiliknya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara. Kegunaan paspor disini dapat disimpulkan yaitu sebagai identitas resmi seseorang untuk bepergian antar negara.

Jenis-Jenis Paspor

Masyarakat yang hendak berangkat ke luar negeri pada umumnya harus mengurus Paspor Biasa. Tapi, ada cukup banyak jenis-jenis paspor yang pastinya sangat berguna sekali jika kita mengetahuinya.

1. Paspor Biasa

Biasanya suatu negara menerbitkan untuk warga negaranya sebuah paspor biasa untuk perjalanan reguler ke luar negeri. Di Indonesia paspor ini diberi sampul berwarna hijau dan dikeluarkan oleh Ditjen Keimigrasian, Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Paspor biasa terdiri atas paspor biasa elektronik dan paspor biasa non-elektronik.

2. Paspor Diplomatik

Untuk sebagian orang diterbitkan paspor diplomatik guna mengidentifikasi mereka sebagai perwakilan diplomatik dari negara asalnya, contohnya Duta Besar, Atase, dan Konsul. Karena  itu, pemegang paspor ini menikmati beberapa kemudahan perlakuan dan kekebalan di negara tempat mereka bertugas. Di Indonesia, paspor ini diberi sampul berwarna hitam dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri.

3. Paspor Dinas

Paspor ini diterbitkan untuk kalangan teknisi dan petugas administrasi dari suatu misi diplomatik seperti menteri dan pegawai negeri/pemerintah yang sedang melaksanakan tugas ke luar negeri. Pemegang paspor jenis ini mendapatkan beberapa kemudahan yang tidak dimiliki oleh pemegang paspor biasa. Di Indonesia, paspor ini diberi sampul berwarna biru dan dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri setelah mendapat izin dari Sekretariat Negara.

4. Paspor Kelompok

Paspor kelompok akan diberikan untuk, misalnya, kelompok perjalanan anak liburan sekolah. Semua anak dalam perjalanan tersebut cukup memiliki sebuah paspor kelompok selama perjalanan liburan mereka berlangsung.

5. Paspor Haji dan Umrah

Paspor yang diterbitkan khusus dipakai jamaah haji dan umrah saja, dan tidak bisa dipergunakan untuk keperluan lainnya.

6. Paspor Orang Asing

Paspor orang asing adalah paspor yang diberikan kepada seseorang yang bukan warga negaranya. Syarat dan ketentuan untuk memiliki paspor jenis ini diatur oleh masing-masing negara. Contoh paspor ini adalah paspor yang dipakai untuk berhaji (paspor coklat), yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Syarat-Syarat Mengurus Paspor

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, untuk mendapatkan paspor melalui Kantor Imigrasi, seseorang harus membawa surat-surat keterangan seperti:

1, Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili atau berada di wilayah Indonesia, mengisi formulir dan melampirkan persyaratan:
a. Kartu Tanda Penduduk yang sah;
b. Kartu Keluarga;
c. Akte kelahiran, akte perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
d. Surat izin dari instansi yang berwenang bagi yang akan bekerja di luar negeri;
e. Surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang Asing yang memperoleh kewarnegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
f. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama.

2. Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili di luar wilayah Indonesia, mengisi formulir dan melampirkan persyaratan:
a. Kartu Tanda Penduduk negara setempat, bukti, petunjuk, atau keterangan yang menunjukkan bahwa pemohon bertempat tinggal di negara tersebut;
b. Paspor lama.

3. Persyaratan penggantian Paspor Biasa karena hilang atau rusak:
a. Melampirkan surat keterangan kehilangan paspor dari Kepolisian setempat bagi yang paspornya hilang;
b. Melapor ke Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian untuk memberikan keterangan tentang kerusakan atau kehilangan paspor yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP);
c. Berkas yang bersangkutan diteruskan ke Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM untuk mendapatkan keputusan;
d. Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM dapat berupa persetujuan atau penolakan atau penundaan;
e. Apabila permohonan penggantian disetujui, persyaratan dan proses penyelesaian dapat dilaksanakan seperti permohonan paspor baru.

4. Persyaratan penggantian paspor biasa karena habis masa berlaku atau karena halaman paspor penuh, bagi Paspor Biasa melampirkan:
a. Paspor Biasa;
b. Kartu Tanda Penduduk yang sah;
c. Kartu Keluarga;

Prosedur Pembuatan Paspor

Penerbiatan Paspor Biasa di Kantor Imigrasi dilakukan melalui tahapan:
a.) Pemohon atau yang diberi kuasa mengisi formulir sesuai dengan kolom yang ditentukan. Dalam hal permohonan diajukan melalui website, yang selanjutnya disebut pra permohonan, pemohon atau yang diberi kuasa wajib mengisi formulis elektronik dan memindai persyaratan.
b.) Selanjutnya permohonan paspor diajukan kepada petugas loket pada Kantor Imigrasi oleh pemohon atau yang diberi kuasa disertai persyaratan yang telah ditentukan. Dalam hal permohonan diajukan melalui website, pemohon atau yang diberi kuasa wajib menyerahkan tanda bukti pra permohonan.
c.) Petugas loket memeriksa kebenaran persyaratan asli yang dibawa oleh pemohon atau yang diberi kuasa dan selanjutnya melakukan pemindaian dokumen, memeriksa hasil pemindaian serta memeriksa daftar pencegahan.
d.) Petugas loket menolak permohonan dan memberikan bukti penolakan, apabila ditemukan rincian biodata pemohon sama dengan daftar pencegahan.
e.) Petugas loket memberikan tanda terima kepada pemohon yang telah memenuhi persyaratan dan namanya tidak tercantum dalam daftar pencegahan.
f.) Pada hari yang ditentukan, pemohon menuju ke loket Bendahara Penerima untuk melakukan proses pembayaran.
g.) Bendahara Penerima setelah menerima pembayaran, memasukkan nomor perforasi paspor dan mencetak serta memberikan tanda terima pembayaran kepada pemohon.
h.) Selanjutnya pemohon menunggu panggilan untuk proses pengambilan foto wajah dan sidik jari sesuai nomor antrian yang tertera dalam slip antrian. Mesin antrian akan memanggil secara otomatis dan menampilkan nomor antrian pada layar monitor.
i.) Pemohon wajib datang pada saat pengambilan foto wajah dan sidik jari. Petugas Imigrasi melakukan pengambilan foto wajah dan sidik jari terhadap pemohon sesuai dengan nomor antrian.
j.) Setelah proses pengambilan foto dan sidik jari, pemohon menunggu panggilan lagi untuk proses wawancara.
k.) Pemohon wajib datang dengan menunjukkan dokumen asli sebagai persyaratan pada saat proses wawancara.
l.) Petugas wawancara melakukan penelitian tentang kelengkapan dokumen persyaratan asli, mencetak biodata pemohon, dan selanjutnya pemohon menandatangani hasil pencetakan dan blangko paspor.
m.) Petugas wawancara dapat menangguhkan proses selanjutnya apabila pada hasil penelitian ditemukan kecurigaan tentang identitas dan jati diri pemohon untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dan apabila hasil penelitian lanjutan terbukti adanya pelanggaran keimigrasian maka permohonannya dapat ditolak.
n,) Setelah proses wawancara selesai dan dinyatakan memenuhi persyaratan, pemohon dipersilakan kembali lagi untuk mengambil paspor dalam waktu yang telah ditentukan, selanjutnya berkas permohonan diteruskan kepada petugas percetakan.
o.) Petugas Imigrasi, melakukan pencetakan halaman biodata pemohon dan halaman catatan resmi/official notes serta halaman pengesahan/endorsements (jika diperlukan) dan melakukan laminasi blanko paspor dan selanjutnya melakukan uji kualitas pencetakan dan laminasi. Jika ditemukan cacat produksi maka dilakukan penggantian blanko paspor tanpa dikenakan tarif.
p.) Kepala Bidang/Kepala Seksi yang berwenang membubuhkan paraf pada paspor dan selanjutnya Kepala Kantor Imigrasi menandatangani paspor dan menyerahkan kembali kepada Petugas Imigrasi untuk dilakukan peneraan cap dinas dan pemindaian halaman tanda tangan Kepala Kantor.
q.) Petugas Loket menyerahkan paspor kepada pemohon atau yang diberi kuasa dan pemohon atau yang diberi kuasa menandatangani tanda bukti penerimaan paspor pada kolom penerimaan.
r.) Waktu penyelesaian permohonan paspor paling lama 4 (empat) hari kerja setelah proses wawancara.
s.) Waktu penyelesaian permohonan paspor sebagaimana tersebut diatas tidak berlaku bagi paspor yang rusak, hilang atau duplikasi.
t.) Selesai.

Sejalan dengan perkembangan masyarakat dunia dimana kunjungan antar negara sudah lazim dilakukan dengan frekuensi yang tinggi dan cepat, ratusan ribu hingga jutaan orang asing berkunjung ke Indonesia setiap tahun, demikian pula sebaliknya. Berkaitan dengan hal tersebut, pemerintah berusaha mempermudah pembuatan paspor.
Dirjen Imigrasi pernah menerbitkan Peraturan No. F.083.PL.01.10 Tahun 2006 tentang Penerapan Sistem Foto Terpadu Berbasis Biometrik pada Surat Perjalanan Republik Indonesia. Penggunaan teknologi biometrik dimaksudkan untuk mencegah pemalsuan dan sekaligus mempercepat pelayanan.

Informasi Pembuatan Paspor Terkini

Terhitung mulai awal bulan September 2013, format Paspor RI mengalami perubahan yang sangat signifikan, yakni tidak adanya halaman legalisasi Kepala Kantor Imigrasi. Paspor model lama tetap berlaku dan secara bertahap akan ditarik apabila telah habis masa berlakunya. Paspor model baru mengikuti standar ICAO yang diberlakukan dan diikuti oleh paspor negara-negara di seluruh dunia paling lambat tahun 2015. Paspor jenis ini penuh dengan security fiture yang bisa dilihat dengan kasat mata maupun dengan bantuan alat dan dapat dibaca Machine Readable Passport yang terpasang di tempat-tempat pemeriksaan imigrasi pada negara yang akan dikunjungi. Dengan sistem ini, percaloan akan hilang karena permohonan akan diproses melalui sistem berdasarkan nomor antrian elektronik dan dapat selesai dalam satu hari. Sistem akan online dengan BNI dan pembayaran dilakuakn di bank tersebut, sehingga tidak ada lagi transaksi keuangan di Kantor Imigrasi. Sementara ini uji coba sedang dilakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Untuk membuat paspor model baru ini, silakan kunjungi kedua Kantor Imigrasi tersebut dengan mendaftar online terlebih dahulu di: https://onlinedpri.imigrasi.go.id. Bawalah KTP, paspor lama, akte kelahiran dan kartu keluarga. Foto diri dan fotokopi seluruh dokumen dapat dilakukan di Kantor Imigrasi tersebut, karena keduanya ada ukuran khusus yang telah ditetapkan. Biaya membuat paspor model baru ini sebesar Rp. 255.000,- dan selesai dalam sehari.