Bab 3: Pengendalian Pikiran - The Diary Of Dajjal

Pengendalian Pikiran - The Diary Of Dajjal
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 3: Pengendalian Pikiran (Mind Control).

KAMI ingin mengajukan pertanyaan yang sangat penting kepada Anda, apakah cara yang paling efektif dan efisien untuk mengendalikan dunia? Hanya dua kata, yaitu mind control (pengendalian pikiran)!

Pada tahun 90an di Amerika Serikat, ada seorang komedian atheis yang terkenal. Dia bernama George Carlin. Acara-acara muncul di berbagai stasiun televisi di sana, dan mendapat tanggapan yang cukup baik dari publik.

George Carlin (12 Mei 1937 - 22 Juni 2008) adalah seorang komedian tersohor asal Amerika Serikat. Ia juga berkarir dalam dunia film di antaranya adalah film bertemakan komedi Happily N' Ever After dan Tarzan II: The Aristocrat.

Carlin dikenal dengan humor-humor politis dan getirnya, serta observasinya terhadap tata bahasa, psikologi dan agama bersama dengan banyak topik-topik tabu lainnya. Carlin dan materi komedi "Tujuh Kata-Kata Jorok"-nya menjadi sorotan dalam kasus FCC (Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat) melawan Pacifica Foundation, perusahaan pengelola Radio FM di New York yang menyiarkan komedi Carlin tersebut. Dalam kasus ini, keputusan 5 setuju melawan 4 tidak setuju memutuskan bahwa pemerintah berhak untuk mengawasi tingkah dan polah Carlin dan materi komedinya di gelombang telekomunikasi publik.

Materi komedi George Carlin belakangan ini umumnya berfokus pada sindirannya terhadap pola hidup modern Amerika. Ia kerap kali mengambil topik masalah-masalah politik di Amerika Serikat yang sedang populer dan menyindir secara tajam efek-efek negatif dari kebudayaan Amerika.

Carlin banyak dianggap orang sebagai penerus pelawak Lenny Bruce dan digambarkan oleh stasiun televisi Comedy Central sebagai pelawak tunggal terbesar sepanjang sejarah kedua setelah Richard Pryor dan sebelum Lenny Bruce. Ia juga merupakan orang pertama yang menjadi bintang tamu acara komedi televisi mingguan Amerika Saturday Night Live.

Carlin pernah berkata,
Kalian mungkin menyadari bahwa aku tidak setuju dengan perang dan apa yang harus kita rasakan terhadap perang. Kita dipaksa dan diharuskan setuju dengan perang oleh pemerintah AS. Kalian tahu, aku punya pikiran lain. Aku memiliki hal gila yang selalu kulakukan. Yaitu berpikir. Dan aku bukanlah seorang warga negara Amerika yang baik, karena aku lebih suka mengikuti pikiranku sendiri. Aku tidak begitu saja menuruti apa yang diperintahkan kepadaku. Tapi sayangnya, sebagian besar warga AS melakukannya. Itu tidak berlaku untukku. Aku memiliki aturan sendiri, yang selalu kuterapkan. Aturan pertamaku: aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh pemerintah. Tidak sama sekali.

Salah satu hal menyedihkan yang ada dalam sejarah kita adalah, betapa banyak sejarah itu telah berulang.

Pernyataan berikut ini dibuat pada tahun 1991, dan jelas sekali bahwa Mr. Carlin membicarakan apa yang tengah terjadi sekarang ini,

Aku tidak pernah peduli dengan media atau pers di negara ini. Dalam kasus perang Persia (Iran), peran mereka tidak lebih hanya sebagai pegawai sukarela departemen pertahanan. Dan sering kali fungsi mereka juga hanya sebagai humas pemerintah AS. Jadi, jangan pernah dengarkan mereka. Aku bahkan tidak percaya dengan negaraku sendiri. Aku bukan seorang nasionalis, karena aku tidak bangga dengan negaraku (AS).

Sekarang, sebagai pertimbangan, aku ingin berbicara tentang hal yang menyatukan kita. Hal yang lebih menitikberatkan kepada persamaan, bukan perbedaan kita. Yang selama ini dibicarakan oleh media dan para politisi hanyalah hal yang memisahkan kita, yang membuat kita berbeda satu sama lain. Dengan cara seperti itulah kelas sosial berlaku di semua lingkup masyarakat. Mereka berusaha mengotak-otakan masyarakat. Mereka berusaha membuat kelas rendah dan menengah saling bertarung, sehingga para orang kaya dapat terus mengeruk keuntungan. Mudah sekali bukan?

Hal yang sama berlaku pula dalam pekerjaan. Kalian tahu. Semua hal berbeda. Mereka akan membahas mengenai ras, agama, etnik, latar belakang negara, pekerjaan, pendapatan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, dan semua hal yang bisa membuat sesama manusia saling berperang. Mereka mengambil keuntungan dari situasi tersebut.

Kalian tahu bagaimana aku menjabarkan tatanan ekonomi dan kelas sosial di negara ini?
1. Kelas atas mengeruk semua uang, tanpa membayar pajak.
2. Kelas menengah membayar semua pajak dan melakukan semua pekerjaan.
3. Sedangkan orang miskin diposisikan sebagai ancaman untuk kelas menengah.

Mereka selalu berusaha mengelabui kita. Para politisi berlindung di balik tiga hal: bendera, Injil, dan anak-anak. Tidak ada satu orang anak pun yang terabaikan. Benarkah bahwa tidak ada satu orang anak pun yang akan terabaikan?

Belum lama ini mereka mengatakan akan membiarkan anak-anak berusaha sendiri. Berusaha sendiri? Diabaikan? Sepertinya ada yang kontradiksi di sini.

Tapi ada alasannya. Selalu ada alasan. Alasan untuk semua ini. Ada alasan mengapa pendidikan menyedihkan. Dengan alasan yang sama pula situasi itu tidak akan pernah bisa diperbaiki. Situasi tidak akan menjadi lebih baik. Jangan berharap. Terimalah apa yang telah kalian dapatkan. Karena pemilik negara ini tidak menginginkan perubahan. Aku membicarakan tentang pemilik yang sebenarnya. (Yaitu) Pengusaha besar dan kaya yang mengontrol segala hal dan membuat semua keputusan penting. Lupakan para politisi. Mereka tidak bisa apa-apa.

Para politisi hanya bisa mencekoki kalian dengan mimpi bahwa kalian memiliki kebebasan untuk memilih. Tapi kalian tidak memilikinya. Kalian tidak memiliki pilihan. Yang kalian miliki adalah pemilik. Mereka memiliki kalian. Mereka memiliki segalanya. Mereka menguasai semua bidang penting. Memiliki dan mengendalikan perusahaan-perusahaan besar. Sudah lama mereka membeli dan membayar anggota senat serta kongres. Hakim juga ada di bawah kendali mereka. Mereka memiliki semua perusahaan media besar, sehingga mereka bisa mengontrol semua berita dan informasi yang kalian dengar. Setiap tahun mereka menghabiskan dana miliaran dolar untuk melobi orang-orang penting demi mencapai tujuan mereka.

Kita tahu apa yang mereka inginkan. Mereka selalu menginginkan lebih untuk diri mereka sendiri dan kurang untuk orang lain. Tapi ada hal yang tidak mereka inginkan. Mereka tidak ingin populasi masyarakat memiliki kemampuan untuk berpikir kritis. Mereka tidak suka dengan orang-orang berpendidikan, berpengetahuan luas, dan mampu berpikir kritis. Mereka sama sekali tidak tertarik. Mereka tidak butuh orang-orang seperti itu, karena bertentangan dengan kepentingan mereka. Itu benar. Kalian tahu?

Mereka tidak ingin orang-orang cerdas berkumpul dan membahas seberapa parah mereka terseret oleh sistem yang sudah dijalankan sejak 30 tahun sebelumnya. Mereka tidak ingin hal itu terjadi. Kalian tahu apa yang mereka inginkan? Mereka menginginkan pekerja yang patuh. (Yaitu) Orang-orang yang hanya memiliki kemampuan untuk menjalankan mesin, melakukan tugas keseharian, dan cukup bodoh untuk bisa menyadari bahwa selama ini mereka telah diperbudak karena rela bekerja dengan bayaran rendah, jam kerja yang panjang, tunjangan yang sedikit, lembur yang tidak pernah berakhir, dan uang pensiun yang lenyap pada saat kalian akan mengambilnya.

Dan kini mereka juga mengincar uang jaminan sosial kalian. Mereka menginginkan uang pensiun kalian. Mereka ingin mengambilnya kembali agar bisa mereka berikan kepada rekan "penjahat" mereka di Wall Street. Dan kalian tahu? Mereka akan mendapatkan dari kita, cepat atau lambat, karena merekalah pemilik negara ini.

Semua ini adalah sebuah "gangster" besar, dan kita tidak ada dalam lingkaran perkumpulan itu.

Dalam kesempatan lainnya, komedian itu juga berkata,
Bentuk pengendalian yang paling hebat adalah ketika kalian merasa bebas, padahal kalian sedang dimanipulasi dan didikte. Sedangkan salah satu bentuk kediktatoran adalah ketika kalian berada di sel penjara dan kalian bisa melihat jerujinya, tapi kalian tidak bisa menyentuhnya. Bentuk lainnya adalah ketika kalian berada di dalam sel penjara, tapi kalian tidak bisa melihat jerujinya dan kalian berpikir bahwa kalian merdeka.

Apa yang dialami oleh umat manusia sekarang ini adalah hipnotis secara massal. Kita telah dihipnotis oleh mereka, yaitu pembaca berita, politisi, guru, dan dosen. Kita terjebak dalam sebuah negara dan sebuah dunia yang diatur oleh orang-orang gila. Ada jurang yang sangat lebar antara apa yang mereka katakan akan terjadi dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Hipnotis terbesar yang terjadi di muka bumi ini dilakukan oleh sebuah kotak ajaib yang ada di hampir semua pojok ruangan rumah kalian. Secara terus menerus kotak tersebut mendoktrin kita bahwa apa yang mereka suguhkan adalah nyata.

Sementara itu David Icke mengatakan,
Ditilik dari sisi sejarah, pengendalian dan manipulasi opini politik adalah senjata utama kelompok freemason untuk mengendalikan negara-negara di dunia. Begitu mereka berhasil mengendalikan para pemimpin dan politisi, maka hukum negara dan struktur politik dapat berubah sesuai dengan agenda mereka. Meskipun begitu, kelompok freemason sadar bahwa mengekang tubuh bukan berarti bisa mengekang pikiran. Agar bisa menjalankan rencana mereka untuk membentuk sebuah pemerintahan global, terlebih dulu mereka harus menaklukkan massa dan melenyapkan pihak oposisi yang menghalangi.

Acaman terbesar yang bisa menggagalkan rencana mereka adalah bukanlah tentara atau hukum. Tetapi, sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari itu, yaitu ancaman yang berasal dari pikiran terbuka (open minded). Untuk melenyapkan ancaman tersebut dan mencapai tujuan mereka, kelompok freemason telah merancang sebuah rencana terhebat yang pernah dibuat dalam sejarah, yaitu pengendalian total terhadap semua aspek kehidupan umat manusia. Hidup kalian. Dan senjata yang mereka gunakan untuk melakukannya kini ada di dalam rumah kalian sendiri. Menghibur kalian dan anak-anak kalian. Dan pada akhirnya mereka berhasil mendoktrin kalian tanpa disadari.
David Icke
David Vaughan Icke
David Vaughan Icke (Leicester, 29 April 1952) atau lebih dikenal dengan David Icke adalah seorang penulis asal Inggris yang telah menisbatkan dirinya sejak tahun 1990 untuk meneliti "siapakah orang yang mengendalikan dunia."

Ia awalnya adalah seorang atlet sepakbola profesional yang bermain untuk kesebelasan Coventry city dan Hereford City dimana ia bertindak sebagai kiper. Namun, ketika di umur 21, ia memutuskan untuk gantung sepatu karena penyakit artritis yang dideritanya.

Pada bulan Maret 1990, Icke mengklaim jika ia telah berhubungan dengan dunia 'lain'. Setelah itu, ia pergi ke Peru dan mulailah perjalanan untuk pencarian jati dirinya berlangsung. Ia juga melukiskan kunjungannya ke Peru dalam sebuah otobiografi berjudul Truth Vibration.

Selama ini, Icke telah menerbitkan sebanyak tidak kurang 20 buku konspirasi tentang hasil riset dan analisanya yang dipadukan dengan tema spiritual dan agak apokaliptik, bahkan pakar politik Amerika Serikat, Michael Barkun, menilai Icke sebagai 'penulis teori konspirasi paling berpengaruh', sumbangsih tulisannya cukup untuk dan jelas di mana itu merupakan hal yang jarang ditemui oleh buku masa kini dengan tema yang sama.

Untuk lebih jelas, berikut adalah buku dari pakar linguistik asal MIT Noam Chomsky yang bisa menjadi pertimbangan bagi kalian untuk mencermati lika-liku media dalam mengontrol massa dalam bukunya berjudul Media Control: The Spectacular Achievements of Propaganda terbitan 1997.
Noam Chomsky
Avram Noam Chomsky
Avram Noam Chomsky lahir di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada 7 Desember 1928. Dia adalah seorang profesor linguistik dari Institut Teknologi Massachusetts. Salah satu reputasi Chomsky dalam bidang linguistik terpahat lewat teorinya tentang tata bahasa generatif.

Kepakarannya di bidang linguistik ini mengantarkannya merambah ke studi politik. Chomsky telah menulis lebih dari 30 buku politik, dengan beragam tema. Dan sejak 1965 hingga kini, dia menjelma menjadi salah satu tokoh intelektual yang paling kritis terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Buku-buku bertema politiknya kerap dianggap terlalu radikal untuk diresensi atau ditampilkan oleh media AS.

Selama lima dasawarsa ini, Chomsky telah menjalin kontrak secara langsung dengan lebih dari 60 penerbit di seluruh dunia, dan sudah menulis lebih dari 30 buku bertema politik. Dan baris-baris kalimat dalam tulisannya muncul di lebih dari 100 buku, mulai dari karya ilmiah tentang linguistik, politik, hingga kumpulan kuliah, wawancara, dan esai.

Barangkali tidak banyak sosok penulis best seller yang bersikap seperti Noam Chomsky. Bagi dia, menulis buku adalah perpanjangan dari aktivitas politiknya. Bila sebagian besar penulis menghabiskan energinya untuk mencemaskan tentang promosi dan penjualan buku mereka, namun tidak demikian dengan Chomsky. Kritikus yang aktif mengomentari kebijakan politik luar negeri AS ini, selalu menolak melakukan tur standar untuk mempromosikan bukunya. Bahkan Chomsky tidak begitu peduli dengan urusan uang muka royalti, pasal-pasal dalam kontrak, dan hak-hak yang diberikan penerbit.

Menurut Publishers Weekly, setelah peristiwa 11 September, Chomsky telah menghasilkan dua buku laris yang terjual jutaan eksemplar. Dia juga dinobatkan sebagai penulis buku terlaris bertema politik yang belum tertandingi oleh penulis bertema yang ada di AS saat ini.

Di luar bencana yang ditimbulkan oleh serangan 11 September terhadap gedung WTC New york, peristiwa ini juga mempopulerkan buku-buku Chomsky. Ketika banyak orang merasa muak dengan sumber-sumber bacaan yang menjadi propaganda pemerintah AS, buku-buku politik Chomsky yang kontroversial seperti 9-11 (Seven Stories, 2001) dan Power dan Terror: Post 9-11 (Seven Stories, 2003) menjadi laris.

Karena tidak terlalu peduli dengan kegiatan promosi buku-bukunya, Publishers Weekly menjuluki Chomsky sebagai The Accidental Best Seller, penulis terlaris yang sama sekali keluar dari pakem atau praktik-praktik para pengarang best seller modern.