Bab 11: Lady In Red - The Diary Of Dajjal

Lady In Red
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 11: Lady In Red. DALAM acara penganugerahan Piala Oscar tahun 2008, gedung Kodak Theater seolah menjadi lautan merah. Bukan saja berasal dari karpet merah (red carpet) yang memang menjadi ciri khas acara tersebut, tapi juga dari warna gaun yang dipakai oleh para artis yang datang. Dengan bangga mereka memamerkan gaun merah seksinya, yang merupakan buah karya perancang terkenal, sambil tiada henti menebar senyum dan tawa menggoda. Mengapa kebanyakan dari mereka memilih gaun berwarna merah? Apa makna yang terkandung di balik warna itu, atau mungkin lebih tepatnya, apa makna di balik sosok wanita berbaju merah (The Lady in Red).

Mungkin jawabannya bisa kita temukan melalui peran Connie Nielsen dalam film The Devil's Advocate. Film yang juga diperankan oleh Keanu Reeves itu menceritakan tentang seorang pengacara yang ditawarkan kesempatan sekali seumur hidup untuk bekerja di salah satu firma hukum paling sukses di Amerika. Yang kita ketahui kemudian dari film tersebut, pria yang menawari Keanu Reeves pekerjaan adalah seorang setan (diperankan oleh Al Pacino). Dan salah satu cara setan untuk membuat Keanu Reeves menggadaikan jiwanya adalah melalui karakter Connie Nielsen.

Sepanjang film, Connie sering sekali ditampilkan dengan mengenakan pakaian berwarna merah, belum lagi rambutnya yang juga berwarna sama. Dikisahkan Keanu Reeves selalu terbayang-bayang dan sangat terobsesi dengan karakter yang dimainkan Connie Nielsen. Bahkan, ia rela melakukan apapun untuknya, sehingga wanita itulah yang menjadi titik kelemahannya.

Wanita berbaju merah merepresentasikan kehidupan yang lebih bergairah. Dia adalah gangguan sekaligus janji palsu akan sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang lebih menggairahkan. Dia adalah pelarian dari tanggung jawab dalam kehidupan nyata. Pelarian dari kewajiban untuk melakukan hal yang benar. Dia merepresentasikan kebebasan dari jalan berliku yang harus ditempuh seseorang untuk mencapai kesuksesan. Dia merepresentasikan segala hal yang kita inginkan dan dia bisa membuat kita percaya bahwa dengan memilikinya, maka kehidupan kita akan lebih baik.

The Lady in Red adalah senjata rahasia setan. Dia mewakili semua hasrat kita terhadap s*eks, uang, dan popularitas. Melalui dirinya, kita lebih memilih kenikmatan duniawi dibanding kekekalan di akhirat. Melalui dirinya, setan berhasil menguasai jiwa kita. Setan telah mempersiapkan untuk menunggu kita di setiap sudut. Sanggupkah kita belajar untuk menolaknya dan menjauhi cara lain yang digunakan di dalam sistem Dajjal ini?

Kehidupan yang kita jalani ini dipenuhi dengan ujian, dan semua itu tidak mudah dilewati. Yang menjadi pertanyaan besarnya adalah apakah kita siap untuk menerima tantangan?

Hollywood Kota Impian
Siapakah yang tidak mengenal Hollywood dewasa ini? Hollywood adalah 'surga' bagi mereka yang mencari peruntungan di bidang seni film dan drama. Hollywood adalah tempat dimana buah kesuksesan telah terjamin. Tidak begitu mengherankan jika begitu banyak orang bermimpi nama mereka beserta signature-nya tercantum dalam Walk of Fame yang berada sepanjang trotoar Hollywood Boulevard.

Bagi mereka yang telah sukses disana, maka patutlah berterima kasih kepada H. J. Whitely yang telah mendirikan tanah seluas 164 kilometer persegi tersebut yang berada di Kalifornia sebagai 'surga' bagi para seniman dunia hiburan. Namun, tidak semua orang begitu mengenal sang pendiri Hollywood tersebut.

H.J. Whitely adalah salah satu dari sekian tokoh terkenal di AS yang merupakan anggota perkumpulan rahasia Freemasonry. Anda bisa mengkonfirmasikan kebenaran ini melalui situs atau buku tersohor bernama The Father of Hollywood (situsnya: www.thefatherofhollywood.com). Berikut adalah penuturan dari salah satu kerabat keluarga H.J. Whitely,

Sebagai anggota Mason, aku merasa perlu menginformasikan padamu bahwa Bapak Hollywood bernama H.K. Whitely adalah kakek buyutku. Dialah yang memiliki kompleks seluas 500 akre di Highland dan Hollywood Boulevard. Dia memberitahuku bahwa film pertama kali yang dikeluarkan oleh Hollywood dilakukan di kebun buahnya. Dia mendirikan Hollywood Hotel dan Bank di sudut distrik Highland dan Hollywood. Dia juga yang mengembangkan lembah San Fernando. Kini, ia bersemayam di Hollywood Forever Cemetery dan di situs kuburannya tercatat "The Father of Hollywood". Itulah nama yang dialamatkan kepadanya saat ia masih hidup dan muncul di berbagai sumber berita dan media seperti Los Angeles Times.

Pada kesempatan lain pula, Syeikh Hamzah Yusuf pernah memberikan ceramahnya di sebuah kesempatan,

Hollywood berasal dari paduan kata yang memiliki arti yang menarik. Kata tersebut kali pertama digunakan oleh kaum penyembah berhala. Hollywood berarti kayu suci (holly dan wood), yaitu kayu yang biasa dipakai untuk membuat tongkat sihir. Tongkat sihir tersebut dipercaya dapat membuat penyihir yang menggunakannya akan memperoleh kekuatan untuk menghipnotis dan mengendalikan orang lain. Mungkin semua itu hanyalah simbol, tapi jika dimengerti lebih mendalam, kita akan menyadari bahwa kota Hollywood memang membuat orang terhipnotis. Itu adalah kota impian dan orang sering menyebutnya mesin mimpi di Amerika Serikat.

Hollywood membuat orang berfantasi dan terus bermimpi. Yang menarik sekarang ini adalah apa yang terjadi di film, di ruang gelap, dan di televisi, akan tampak seperti sebuah proses penghipnotisan yang biasa disebut tahap penangguhan ketidakpercayaan. Kita memasuki sebuah tahap, di mana kita mengabaikan rasa tidak percaya, dan justru mempercayai imajinasi sebagai kenyataan. Itu adalah sebuah kesalahan. Film bagaikan sebuah sihir. Semua yang ada di dalamnya hanyalah sihir. Kita menyaksikan film dan tersedot ke dalamnya, bahkan ada orang yang menangis disebabkan film. Semua perasaan haru itu hanya disebabkan oleh film.

Banyak film yang menjadi elemen penting untuk mengendalikan orang agar menganggap bahwa perasaan haru yang mereka rasakan sebagai pengalaman pembersihan dosa. Aritoteles pernah mengatakan bahwa dibutuhkan elemen tragedi untuk memunculkan pengalaman haru. Itu sebabnya banyak film dan berita yang menyuguhkan tragedi menjadi sangat diminati oleh masyarakat.

Semua orang menyaksikan berita dan mengalami perasaan haru karena melihat tragedi yang dialami oleh orang lain. Di samping itu mereka juga merasa aman dan puas bahwa di dalam kehidupan nyata, mereka tidak perlu mengalami hal seperti itu. Itu adalah metode yang penuh intrik dan cerdas. Semua itu terasa sangat berbahaya dan harus terdapat cara untuk mencegahnya. Banyak orang yang juga memiliki pemikiran semacam itu, tapi mereka tidak berusaha bekerja sama untuk mencegahnya.

Dengan pengaruh sebesar itu, Hollywood menjadi alat yang begitu sempurna untuk memuluskan rencana kelompok Freemason. Salah satu caranya adalah dengan memunculkan sosok The Lady in Red di dalam berbagai filmnya. Marilyn Monroe adalah salah satu simbol The Lady in Red yang diciptakan oleh Hollywood. Dan dengan kepergian Marilyn Monroe, bukan berarti sosok The Lady in Red juga akan terkubur bersamanya. Mengapa? Jawabannya, Hollywood akan senantiasa dan tanpa henti untuk mencetak berbagai Marilyn Monroe baru. Semua itu harus dilakukan untuk membuat kita tetap berada di alam mimpi, dan mempersembahkan hidup kita untuk mencapai dunia ilusi yang lebih menggairahkan.

Hollywood juga suka mengagungkan Tuhannya. Hal ini dapat dilihat dari film-filmnya yang banyak memunculkan simbol si Mata Satu. Tidak hanya terbatas pada jenis (genre) film tertentu saja, tapi hampir semua jenis film banyak yang disusupi simbol tersebut, baik secara terang-terangan, maupun tersembunyi. Bahkan penyusupan simbol itu sudah merambah ke dalam film-film kartun yang biasa diminati oleh kalangan anak-anak. Yang paling jelas tentu saja film Monster Inc.

Dalam film tersebut di tengah-tengah logo M terdapat simbol mata satu, dan salah satu tokohnya pun bermata satu. Jika mau memperhatikannya dengan lebih teliti, maka kita akan bisa mendapatkan bukti dan contoh dari film lainnya.

Selain itu, melalui film-filmnya pula, Hollywood selalu berusaha untuk membersihkan citra kelompok Freemason, dan berusaha untuk menipu penonton agar menganggap mereka sebagai orang baik. Mereka digambarkan sebagai kelompok yang mempertahankan dan menjaga harta karun negara (The National Treasure).

Sebenarnya apakah "Harta Karun Negara"?

Dalam sinopsis film yang dibintangi Nicholas Cage ini mengisahkan tema petualang sang pemburu harta karun yang hilang di AS berdasarkan sebuah kode rahasia di balik piagam deklarasi kemerdekaan AS (Declaration Of Independence) yang berhubungan erat dengan Freemasonry dan Knight Templar.

Itu adalah "harta karun" para Ksatria Templar yang tersembunyi di kuil Sulaiman. Tapi harta karun itu bukan berupa emas atau perhiasan, seperti yang sering digambarkan di dalam film. Yang ditemukan oleh para Ksatria Templar adalah sebuah buku, yang mengajarkan ilmu sihir rahasia dan penyembahan terhadap setan. Bukan suatu yang mengherankan jika kelompok Freemason sangat berhasrat mendapatkannya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa dasar-dasar ajaran kelompok Freemason adalah Kabala yang memang menekankan pada unsur sihir dan ritual kuno. Sejak saat itu mereka berhasil mengambil-alih kendali dunia. Mereka mempraktikkan Tatanan Dunia Baru yang mereka buat demi keuntungan bagi si Lucifer.