Bab 13: Fitnah Terhadap Islam - The Diary Of Dajjal

Fitnah Terhadap Islam - The Diary Of Dajjal
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 13: Fitnah Terhadap Islam. MENURUT data FBI, kejahatan di Amerika dengan target warga muslim atau orang yang berpenampilan seperti orang Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan 9/11. Itu semua disebabkan oleh pemberitaan media pasca peristiwa 9/11 yang sangat mendeskreditkan Islam, umat muslim, dan orang Timur Tengah.

Kita terpengaruh dengan kebencian, pendeskreditan, dan penangkapan yang disajikan melalui ilustrasi televisi. Kita mengabaikan fakta, mengabaikan bukti, sekalipun kita tahu bahwa semua itu benar, karena kita masih percaya dengan mitologi yang selama ini dicekokkan ke dalam pikiran kita. Mitologi tersebut sudah sangat terserap di dalam alam bawah sadar kita. Stereotip biasanya bertahan lama dan banyak di antara kita yang merasa senang menyimpan prasangka. Kita tidak mau berubah, karena kita telah terbiasa melakukannya.

Ketika menyebut kata Arab, apa yang ada di benak kita? Apa bayangan yang terlintas di dalam pikiran kita? Apakah kita melihat manusia yang sesungguhnya bahwa di balik perbedaan budaya dan geografis, sebenarnya mereka sama dengan kita?

Ketika membicarakan tentang wanita Arab, banyangan apa yang terlintas di dalam pikiran kita? Apakah kita melihat wanita yang tertawa, bermain, dan mengagumi anak mereka? Wanita kerier sekaligus ibu rumah tangga. Di zaman modern ini, tidak semua wanita Arab menjadi ibu rumah tangga, mengenakan kerudung, dan pakaian serba tertutup. Wanita Arab kini tidak jauh berbeda dengan wanita di negeri Barat. Mereka berpakaian modern dan memiliki karier yang bagus. Bahkan mayoritas mahasiswa di Arab adalah wanita.

Lalu, gambaran seperti apa yang ditampilkan media kita terhadap pria Arab? Apakah kita melihat ayah penyayang atau pria yang berusaha keras untuk menghidupi keluarga. Bagaimana dengan remaja Arab? Apakah kita melihat mereka sebagaimana remaja di belahan dunia lain? Yang bermain dan menikmati masa remajanya mereka dengan melakukan kegiatan yang positif?

Lalu bagaimana dengan agama di negeri Arab? Apakah kita melihatnya sebagai ajaran yang pengaruhnya mendominasi segala segi kehidupan masyarakatnya? Apakah kita sadar, meskipun agama memiliki peran besar di negara-negara Arab, tapi agama juga berpengaruh dan mendominasi segala hal di Amerika Serikat bukan hanya di Timur Tengah.

Ketika kita membicarakan orang Arab dan agamanya, apakah pemeluk agama Kristen juga terlintas dalam benak kita? Apakah kita ingat bahwa ada lebih dari 20 juta pemeluk agama Kristen yang hidup berdampingan dengan damai bersama warga muslim selama berabad-abad. Media tidak pernah mempublikasikan segala hal yang berkaitan dengan kebaikan dan kedamaian di negeri Arab. Semua itu disembunyikan, seolah memang tidah pernah ada.

Memang ada beberapa pembuat film yang menampilkan orang Arab dan orang Arab-Amerika dengan segala kompleksitas mereka, sebagai cara untuk menghapuskan stereotip melalui komedi. Karena memang itulah fungsi komedian, untuk menyampaikan masalah yang sensitif dengan cara yang lebih ringan dan lebih mudah diterima. Sudah banyak komedian yang terbukti sukses melakukannya, sebut saja komedian kulit hitam dan komedian Yahudi. Dan kini, komedian Arab juga melakukan hal serupa. Inilah salah satu cara untuk meredakan ketegangan yang selama ini terjadi.

Namun, semua itu belum seberapa dibandingkan dengan stereotip yang selama ini sudah sangat melekat di benak masyarakat. Bagi orang Arab, rencana media sudah terbaca dengan jelas. Sedangkan bagi negara di luar Arab, rencana tersebut masih samar-samar. Namun, tugas kita adalah jangan sampai menjadi korban kondisi seperti itu.

Rencana mereka sudah jelas terbaca, dan sesuai dengan konsep "Perang Teror" dan "Tatanan Dunia Baru". Rencana yang sama, hanya berbeda nama. Dalam dunia zaman sekarang, ketika ada seseorang yang menyebut tentang Islam, apakah tanggapan masyarakat umum akan melihatnya sebagai agama yang cinta damai dan menyatukan perbedaan? Atau justrukah sebagai agama yang cinta peperangan, berisikan orang-orang kejam dan sadis? Ataukah sebagai agama yang memberikan kebebasan dan penghargaan kepada kaum wanita? Ataukah sebagai agama yang suka menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan dan demonstrasi yang berujung anarkis?

Jika Islam muncul dalam pemberitaan media dan berada di halaman depan surat kabar, gambaran seperti apakah yang akan mereka pilih untuk ditampilkan? Apakah orang-orang yang berdemonstrasi dengan cara damai atau mengagungkan perdamaian sebagai sebuah solusi? Ataukah demonstrasi anarkis dengan pesan-pesan kematian, ancaman, dan kebencian?

Di Kota London, pernah diadakan demonstrasi yang mengatasnamakan kepentingan kaum muslim, akan tetapi terdapat kejanggalan di baliknya. Jika diperhatikan dengan lebih teliti, kita akan menyadari bahwa ada dua hal yang terlihat jelas sekali.

Pertama, semua poster yang dibawa oleh para demonstran menyampaikan pesan kebencian yang sama, dan tertulis dengan tulisan tangan yang sama. Itu berarti hanya ada satu orang yang menulis semua poster itu!

Kedua, yang juga terlihat jelas adalah semua demonstran yang memegang poster menutupi wajah mereka dengan sorban. Nyaris tidak ada satupun bagian wajah yang terlihat dengan jelas dan dapat dikenali. Tidak ada yang tahu siapakah orang yang berada di balik sorban tersebut? Apakah benar orang muslim yang membela kepentingan sesamanya, ataukah orang-orang yang hanya ingin mengambil keuntungan dari demonstrasi tersebut? Mengingat demonstran lain dengan cara terang-terangan menampakkan wajah mereka, maka yang satu ini merupakan sebuah keanehan tersendiri.

Ada apakah gerangan?

Fitnah lain terhadap Islam juga dimunculkan dalam bentuk karikatur yang berjudul The Face of Mohammed (Wajah Nabi Muhammad). Itu adalah gambar karikatur sebuah tengkorak manusia yang diisyaratkan sebagai Nabi Muhammad SAW. Di dalam tengkorak tersebut, terdapat kata-kata 'kebencian, membunuh, anti-semit, teror, kematian, bom bunuh diri, dan penganiayaan'. Karikatur itu mengisyaratkan bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah orang sadis dan kejam, yang di dalam kepala beliau hanyalah berisi pemikiran semacam itu. Dan ajaran kejam itulah yang kini dibawa oleh para pengikutnya.

Dalam karikatur lain, terdapat dua tokoh yang wajahnya tertutup tudung hitam. Di baju salah satu tokoh, tertulis kata Al Qaeda, dan tangan tokoh tersebut menggenggam pisau, sedangkan tokoh lain memegang buku yang berjudul Etika Menyiksa. Jelas sekali maksud karikatur tersebut ingin menyampaikan bahwa orang-orang Al Qaeda memang dipersiapkan sebagai tentara penyiksa.

Semua itu adalah fitnah yang telah disiapkan dengan sangat matang dan rapi. Itu sebabnya, jangan pernah menerima begitu saja apa yang ditampilkan di hadapan kita.