Bab 14: Perang Media dan Perang Teror - The Diary Of Dajjal

Perang Media dan Perang Teror
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 14: Perang Media dan Perang Teror.

Janganlah mempercayai sesuatu,
sampai "sesuatu" itu secara resmi dilarang.
-Claud Cockburn

PERANG terhadap terorisme telah dimulai dengan terjadinya peristiwa pembajakan pesawat, yang kemudian ditabrakkan ke menara kembar WTC, dan mengakibatkan nyawa ratusan orang hilang begitu saja. Namun apakah perang teror yang sesungguhnya benar-benar diawali pada tanggal 11 September? Salah. Perang ini sebenarnya direncanakan jauh sebelumnya, tidak lama setelah kejatuhan Uni Soviet yang dulu dikenal dengan negara adidaya bersama dengan Amerika Serikat.

Sebagai satu-satunya negara adidaya yang tersisa, Amerika Serikat memandang perlunya meyakinkan masyarakat dunia akan adanya ancaman global. Semua itu bukan tanpa alasan, karena Amerika Serikat membutuhkan alasan untuk bisa tetap membangun serta membiayai agenda militer. Dengan demikian, wajah teror diciptakan sebagai langkah awal untuk mencapai tujuan utamanya di Timur Tengah pada khususnya dan dunia pada umumnya. Yaitu, tujuan yang dibangun menuju dominasi global.

Berikut adalah petikan wawancara dengan Aaron Russo, seorang pelaku bisnis hiburan, pembuat film, dan aktivis politik,

Aaron Russo seorang pengusaha di dunia entertainment, pembuat film, dan aktivis politik. Dia datang dari keluarga Yahudi Sephardi (Yahudi lain) yang berasal dari Spanyol. Dia memulai karirnya saat mempromosikan acara Rock n Roll Show di sebuah teater lokal tatkala masih SMU. Baru-baru ini dia membuat salah satu film kontroversi berjudul Freedom to Fascism, sebuah dokumenter tentang kejahatan di Amerika Serikat.
Aaron Russo terlihat besama Rockefeller
Aaron Russo terlihat besama Rockefeller
Aaron berkata, "Aku bertemu dengan Rockefeller melalui seorang jaksa perempuan kenalanku. Kata jaksa itu, di antara keluarga Rockefeller ingin menemuiku. Aku membuat sebuah video yang berjudul Bad as Hell (Seburuk Neraka). Setelah menyaksikan video itu, Rockefeller lantas ingin menemuiku. Pada waktu itu, dia tahu kalau aku tengah mencalonkan diri pada pemilihan gubernur Nevada. Rockefeller adalah seorang yang luar biasa cerdasnya. Dulu kami sering berdiskusi dan bertukar pikiran. Dialah yang mengatakan kepadaku sekitar sebelas bulan sebelum terjadinya peristiwa 9/11 bahwa akan ada terjadi sesuatu. Kemudian setelah kejadian itu, kita akan menduduki Afghanistan untuk membuat saluran dari Laut Kaspia. Lalu kita akan menduduki Irak, mengambil-alih ladang minyak, membangun basis di Timur Tengah, dan menjadikannya sebagai bagian dari New World Order (Tatanan Dunia Baru). Kita pun akan menggulingkan Hugo Chavez dan mengambil-alih Venezuela. Tidak beberapa lama kemudian, terjadilah peristiwa 9/11".

Kini, kita telah melihat dengan jelas sekali bahwa peristiwa 9/11 adalah sebuah inside job (pekerjaan yang dilakukan oleh orang-orang dalam). Banyak sekali sumber rujukan yang tersedia yang akan membuktikan hal tersebut. Jika kita ingin melakukan riset melalui internet, saya sangat menyarankan untuk melakukan pencarian melalui Google. Pada kotak pencari, ketiklah "Operation False Flag", kemudian cari tahu mengenai "Tim Osman". Tim Osman adalah kode nama salah satu agen CIA yang telah bekerja dengan setia pada CIA selama bertahun-tahun. Lalu siapakah sebenarnya Tim Osman tersebut? Tidak lain dan tidak bukan mereka itu adalah Osama Bin Laden yaitu orang yang mengaku dan dianggap bertanggung jawab atas peristiwa 9/11. Semuanya itu tercatat dengan jelas di dalam dokumen CIA, yang menyatakan tentang kedatangan Osman=Usama/Osama Bin Ladin (OBL).

Inilah pernyataan George W. Bush atas peristiwa 9/11,

Warga negaraku sekalian, saat ini cara hidup kita, kebebasan kita berada di bawah serangkaian serangan teroris yang disengaja dan mematikan. Korban serangan ini adalah mereka yang berada dalam pesawat udara ketika itu, para pekerja di Wall Street, sekretaris, pebisnis, pria dan wanita, militer dan polisi federal, para ayah dan ibu...

Islam menjadi musuh sempurna bagi rencana mereka. Fitnah yang dilancarkan kepada Islam akan semakin memuluskan jalan menuju tujuan utama mereka. Padahal semua itu adalah kebohongan yang dikemas dengan sangat rapi dan disuguhkan melalui propaganda media.

Aaron Russo melanjutkan,
"Aku ingat, Rockefeller bercerita kepadaku mengenai (apa yang akan dilakukan terhadap) orang-orang Saudi dan semenanjung, kemudian di Afghanistan, Pakistan, dan tempat-tempat lain di Timur Tengah. Kemudian ada perang teror ini, namun tidak ada musuh yang nyata. Ini semua akan menjadi olok-olok raksasa. Namun ini adalah alat yang digunakan oleh pemerintah untuk mengambil-alih perhatian masyarakat Amerika."

Reporter: Dia (Rockefeller) bercerita kepada Anda bahwa ini akan menjadi semacam olok-olok?
Russo: Ya, tidak perlu dipertanyakan lagi.

Kita tidak perlu menjadi seorang pencipta teori konspirasi untuk memikirkan apa yang diketahui oleh George W. Bush mengenai peristiwa 9/11 dan kapan dia mengetahuinya. Versi resmi Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Bush tengah berada dalam sebuah ruangan kelas di Florida ketika pesawat kedua menabrak WTC dan bahwa AS tengah diserang oleh teroris.

Akan tetapi, 3 bulan setelah peristiwa 11 September, George W. Bush menyampaikan pernyataan seperti ini,

Saya tengah berada di luar kelas dan menunggu untuk masuk ke dalam ketika saya menyaksikan dari televisi sebuah pesawat terbang menabrak menara (WTC). Saya segera terbang (ke New York). Saya katakan waktu itu, pilot yang menerbangkan pesawat itu begitu buruknya. Kejadian itu begitu mengerikan. Pikiran saya kacau, namun saya tidak punya banyak waktu untuk berpikir.

Padahal menurut versi resmi, George W. Bush diberitahu mengenai tabrakan pesawat kedua ketika ia tengah berada dalam ruang kelas. Kita baru saja membaca penjelasannya mengenai tabrakan pesawat pertama yang menurutnya disaksikannya di televisi. Tidak mungkin seperti itu kejadiannya. Tidak ada yang melihat tabrakan pesawat pertama di televisi pada tanggal 11 September, karena rekaman mengenai tabrakan pertama tidak disiarkan oleh media manapun hingga keesokan harinya.

Coba kita sedikit membuka rekaman yang pernah disampaikan oleh George Bush Senior,

Yang dipertaruhkan di sini lebih dari sekedar "satu negara kecil". Ini adalah sebuah gagasan besar. Sebuah Tatanan Dunia Baru.

Pidato George W. Bush Junior:
Kita tidak boleh bersikap lunak terhadap teori konspirasi terkait serangan pada tanggal 11 September yang keterlaluan itu. Teori konspirasi adalah sebuah kebohongan dengki yang mengkambinghitamkan pihak lain dan membuat kita melupakan teroris yang sesungguhnya sebagai pihak yang bersalah.