Bab 15: Kemunafikan Demokrasi - The Diary Of Dajjal

Kemunafikan Demokrasi
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 15: Kemunafikan Demokrasi. MARI kita amati prosesi pengambilan sumpah kepresidenan sewaktu acara pelantikan Presiden George Walker Bush yang ditayangkan oleh FOX News,

"Saya, George Walker Bush, bersumpah setia untuk menjalankan tugas sebagai Presiden Amerika Serikat, dan dengan segenap kemampuan saya akan menjaga, melindungi dan mempertahankan Konstitusi Amerika Serikat. Semoga Tuhan menolong saya."

Di sebuah kesempatan lain di Saint Joseph, salah seorang orang tua korban peristiwa 9/11, mengungkapkan di depan publik,

"Aku tak percaya, seberapa sering pun aku bicara, kesimpulannya selalu sama, bahwa "anakku dibunuh". Dan aku belum pernah mendapat jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaanku. Kenyataan ini begitu pahit untukku. Dan aku marah.

Inilah alasannya mengapa hal ini sulit. Ini berat. Aku berbicara dengan banyak orang, dan begitu banyak orang yang memiliki akal sehat, dan bisa memberikan jawaban dengan baik. Ini salahku. Salah satu hal positif adalah, bahwa aku memiliki semangat dalam hal ini (mempertanyakan peristiwa 9/11, mencari siapa dalang di balik kejadian tersebut/pembunuh anaknya). Namun salah satu kesalahan yang aku buat adalah bahwa aku menginginkan jawabannya dengan segera. Dan aku ingin mendapat jawaban mengenai pembunuh anakku.

Aku telah menghabiskan waktu selama enam tahun untuk datang ke setiap komisi pendengar pendapat dan juga berbicara dengan begitu banyak orang. Pertanyaanku sebenarnya sederhana saja. Pertanyaan sederhana namun tidak muncul di media.

Ya Tuhan, aku tidak bisa berbicara secara rasional dengan tetanggaku. Ketika aku berbicara dengan tetanggaku mengenai tingkat tujuh yang hancur, mereka memandangku dan berkata, "kau gila ya?".


Mereka adalah tetanggaku, namun sulit sekali berbicara selama lima menit saja dengan mereka. Ini gila, benar-benar gila. Dan daftar kegilaan ini terus bertambah. Seumur hidup, aku percaya bahwa pemerintah bertindak benar. Usiaku 75 tahun sekarang, dan ini adalah pertama kalinya aku menaruh perhatian kepada pemerintah dan berpikir "Tuhan, mungkin segala yang dilakukan pemerintah tidak benar."


Coba kita lihat dengan seksama, beberapa potongan-potongan gambar yang menceritakan kepada kita tentang korban-korban agresi di berbagai wilayah Timur Tengah. Dari mulai di Afghanistan, Irak, Lebanon, Palestina, dan lainnya.

Sekarang para pemimpin AS itu sedang tersenyum,
Beginikah cara kalian menyebarkan demokrasi?
Beginikah cara kalian menyebarkan kebebasan?
Kini Timur Tengah dan sebagian besar negara di dunia, tidak akan pernah mempercayai pemerintah Amerika Serikat lantaran bukti-bukti kemunafikan dalam setiap kebijakan luar negerinya. Dan dengan jelas kita dapat membedakan antara tindakan yang dilakukan oleh pemerintah AS dan sikap yang ditunjukkan oleh penduduk Amerika. Kita tidak menyalahkan penduduk Amerika, sebab mereka adalah korban, sama seperti kita. Namun, perlu saya tekankan, bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencari kebenaran, menyebarkannya, dan menggunakan kebenaran itu untuk membebaskan pikiran.

Pemerintah Amerika boleh saja mengklaim bahwa mereka tengah menyebarkan demokrasi. Akan tetapi, kita harus mengetahui bahwa sekutu Amerika Serikat adalah Kerajaan yang memiliki sistem kelanjutan kekuasaan berdasarkan garis darah, dan negara itu bukanlah negara demokrasi. Banyak di antara pemerintahan yang digulingkan oleh pemerintah AS adalah pemerintahan yang para pemimpinnya diangkat oleh orang-orang ini (sekutu AS, kerajaan). Kita harus memahami bahwa tindakan-tindakan yang diambil oleh pemerintah AS dilakukan sebagai bentuk pelayanan terhadap agenda Zionisme dan Tatanan Dunia Baru, dan bukannya sebagai pelayanan terhadap kepentingan orang Amerika atau kepentingan global. Begitulah yang masih terjadi pada saat ini, tanpa penyimpangan sedikit pun.

Dalam buku berjudul Confession of Economic Hitman, karya John Perkins, diuraikan mengenai bagaimana secara mengejutkan Amerika mengambil-alih dunia. John Perkins mengungkapkan secara terperinci kisah hidupnya semasa bekerja sebagai "Bandit Ekonomi". Tugasnya adalah merancang kontrak pemerintah supaya terlihat sempurna di atas kertas, namun tujuan yang sesungguhnya adalah bagaimana menjerat negara yang ditargetkan itu ke dalam beban hutang yang menggunung, dan bagaimana supaya negara tersebut terjerat selamanya dalam hutang.

Mengapa? Sebab dengan hutang, negara-negara yang menjadi target tersebut selamanya akan dapat diperbudak oleh AS. Contoh yang diungkapkan oleh Perkins di antaranya adalah sebagai berikut. Perkins mengungkapkan sebuah kontrak kesepakatan yang disusunnya yang disampaikan dan ditandatangani oleh Keluarga Kerajaan Saudi pada tahun 70-an. Dalam kesepakatan tersebut, semua negara di Saudi Arabia diharuskan menginvestasikan pajak yang diperoleh dari penambangan minyak di bank-bank AS, sebagai imbalan atas perlindungan terhadap tahta mereka. Kesepakatan semacam itu mempererat hubungan antara golongan fundamental Islam di tubuh pemerintahan Saudi dengan pergantian kepemimpinan dalam pemerintahan Amerika.

Dengan memahami fakta tersebut, kita akan mulai memahami mengapa operasi militer pertama di teluk Peria dinamai Desert Shield (Perisai Gurun). Desert Shield adalah sebuah operasi yang dilakukan dalam rangka melindungi minyak milik Saudi, atau lebih tepatnya uang Amerika.

Pada tanggal 2 Agustus 1990, Saddam Husein menurunkan pasukannya ke jantung pertahanan Kuwait yang kaya minyak. Kekhawatiran atas invasi Irak itu akan merembet ke Saudi Arabia, AS beserta sekutu-sekutunya, yakni pasukan multinasional, bergerak ke Semenanjung Arabia untuk membangun pangkalan yang kemudian dikenal sebagai "Perisai Gurun". Hasilnya, serangkaian negosiasi pembicaraan diplomatik dan negosiasi tandingan segera menjadi "situasi tanpa harapan". Kemudian, pada tanggal 17 Agustus 1991, "Desert Shield" diubah menjadi Desert Storm (Badai Gurun).
Aku memang belum pernah ke sana, tapi sepertinya kita berada dalam neraka. Situasi ini berlanjut menjadi pecahan-pecahan kehidupan! Sialan!
Konflik gurun itu disaksikan oleh jutaan mata di dunia melalui CNN dan BBN yang menayangkan propaganda penumpasan sistematik terhadap tentara Saddam oleh tentara koalisi yang jauh lebih unggul dari segi teknologi, kekuatan politik dan ekonomi. Namun demikian, hanya sedikit yang mengetahui bahwa perang tersebut sebenarnya direncanakan, dikendalikan, dan dimanipulasi oleh suatu kelompok elit.

Kelompok elit adalah sebuah kelompok yang menciptakan ilusi dalam kepala jutaan tentara kuat mengenai sosok seorang penguasa yang tengah menjadi ancaman bagi dunia, karena penguasa itu akan menggunakan senjata nuklir dan ilusi tentang seorang laki-laki yang akan memegang kendali atas 1/5 minyak dunia dalam semalam. Akan tetapi, dalam kenyataannya, dia hanyalah bidak di antara banyak bidak lain yang dijadikan boneka dalam sebuah rencana besar. Dan perang teluk adalah sebuah batu loncatan yang diatur sedemikian indah untuk menjalankan rencana tersebut.

Pidato yang disampaikan oleh George Bush pada tahun 1991 ini mengakui semua ini.

"Yang dipertaruhkan di sini adalah lebih dari sekedar "satu negara kecil". Yang dipertaruhkan adalah sebuah gagasan besar. Tatanan Dunia Baru."

Mulai dari Timur Tengah hingga Amerika Selatan, satu per satu bangsa jatuh ke dalam rencana jahat ini. Pada tahun 1998, Hugo Clavez diangkat sebagai Presiden Venezuela. Reformasi sosial yang diusungnya dianggap telah menimbulkan serangan-serangan histeris. Fox News pernah memuat sebuah komentar seorang pengamat di AS yang mengatakan,
"Dia (Hugo Chavez) seharusnya sudah terbunuh sejak lama. Oleh siapa? Tidak oleh siapapun."

Dan komentar seorang penjahat lainnya di Gedung Putih,
"Dia dijebloskan ke dalam penjara - ini kudeta."

Pada bulan April 2002, pemerintahan Hugo Chavez digulingkan. Hugo Chavez pun ditangkap, dan beberapa rakyat Venezuela yang tidak mengetahui apa-apa berteriak, "Demokrasi, demokrasi!" Namun bagi mereka yang mengetahui kejadian sebenarnya menyatakan bahwa pemerintah pengganti adalah diktator, Chavez-lah presiden terpilih.

Perang yang mengatasnamakan kebebasan, demokrasi serta teror terus berlanjut. Apakah yang mereka rencanakan selanjutnya?