Bab 23: Kebenaran Yang Paling Berharga - The Diary Of Dajjal

Kebenaran Yang Paling Berharga
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 23: Kebenaran Yang Paling Berharga. KALIAN telah sampai di bagian keempat buku ini. Dengan semua fakta yang telah terungkap, masih adakah harapan untuk kita? Jika mau melihat lebih dalam dan mengindahkan semua kebohongan yang telah disampaikan selama ini, maka kita akan menemukan sebuah harapan besar yang tidak akan pernah bisa disangkal. Harapan tersebut berhubungan dengan spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan pemahaman akan alam semesta. Tidak bisa disangkal bahwa ilmu pengetahuan bisa berjalan beriringan dengan spiritualitas, dan selalu terdapat alasan di balik terciptanya alam semesta dan kehidupan manusia.

Selama lebih dari dua dekade terakhir, penemuan-penemuan di bidang astro-fisika menunjukkan bahwa alam semesta menyediakan sejumlah daya penggerak yang memungkinkan kehidupan terus berjalan. Sebut saja misalnya kekuatan energi gravitasi, kekuatan energi nuklir yang menggerakkan matahari, dan sejumlah materi serta energi gelap. Kesemua kekuatan tersebut dan kekuatan kunci lain, masing-masing memiliki perbedaan sifat, namun kekuatan-kekuatan itulah yang mendatangkan kehidupan. Jika terdapat satu derajat saja perbedaan, maka semua akan hancur. Mengapa? Karena seluruh komponen yang terdapat di alam semesta, rumus-rumus, dan hukum Tuhan yang mengaturnya harus berjalan dengan semestinya, agar kita tetap bisa melangsungkan kehidupan. Semua aturan alam semesta itu bukanlah sekedar kebetulan belaka. Di sanalah letak kebenaran yang paling berharga.

Saat kami berkelana keliling dunia untuk membuat film-film dokumenter, saya memperoleh sebuah pelajaran yang sangat berharga. Yaitu, tidak peduli ke arah mana kita melihat, alam tidak akan pernah berbohong. Di sanalah kita bisa menemukan kebenaran sejati, sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Suci Al-Qur'an yang berasal dari Allah, Sang Maha Besar dan Maha Bijaksana,

"Bahwasanya, di surga dan dunia terdapat tanda-tanda untuk umatnya."

Dan di dalam ayat-Nya yang lain dikatakan,

"Dan dalam penciptaanmu, Tuhan menyertakan makhluk hidup lain sebagai tanda untuk orang yang beriman. Diciptakan bumi dan surga, sebagai tempat kebaikan. Sesungguhnya, tanda-tanda itu untuk orang yang berpikir panjang."

Semua keindahan dan keseimbangan alam ini tidak terjadi dengan sendirinya. Kebenaran sudah terpampang di depan mata, tinggal tergantung sepenuhnya kepada kita. Apakah kita bisa menghargai keajaiban yang ada di sekitar kita, ataukah memilih untuk menyangkalnya. Penerimaan kita terhadap kebenaran, serta penghargaan atas segala keajaiban alam semesta yang diciptakan-Nya inilah yang akan membawa kita kepada pemahaman ajaran Sang Maha Pencipta. Dengan demikian, tak ada apapun yang menggoyahkan iman kita. Inilah harapan kita yang terbesar.

Kebebasan memilih sebagai berkah terbesar
Banyak orang bertanya, "Jika Tuhan memang ada, mengapa terjadi begitu banyak perang, penderitaan, kebencian, dan keputus-asaan?"

Untuk menjadikan manusia sebagai makhluk-Nya yang paling berharga, Tuhan menganugerahi mereka dengan salah satu karunia terbesarnya, dengan demikian tanggung jawab terbesar diemban manusia dengan berkah ini. Apakah karunia terbesar itu? Karunia terbesar itu adalah "Kebebasan untuk memilih". Tatkala kita memahami nilai dari tanggung jawab ini, maka kita tidak akan pernah mempertanyakan keberadaan Tuhan.

Ada garis yang jelas antara apa yang dibuat oleh manusia dan apa yang telah diciptakan oleh Tuhan. Tentu kita mengenali perbedaan antara keduanya. Alam semesta dengan segala keindahannya diciptakan oleh Tuhan, sementara kerusakan lingkungan adalah dikarenakan oleh ulah manusia. Cinta kasih antara sesama manusia diciptakan oleh Tuhan, sementara manusia menciptakan perang yang mengakibatkan penderitaan. Tuhan menganugerahi jiwa yang merupakan bagian abadi sebagai bekal bagi kehidupan mendatang bagi manusia, sementara manusia melupakan jiwa dan mengejar materi demi kepuasan di dunia. Begitulah pilihan yang diambil manusia atas segala hal yang diciptakan-Nya. Tuhan telah memberikan kita anugerah berupa kebebasan untuk memilih, dan kita bertanggung jawab atas konsekuensi dari semua pilihan kita.

Sebagai penghuni bumi, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memeliharanya. Dengan demikian, kita pun bertanggung jawab untuk melakukan perubahan positif bagi terciptanya dunia yang lebih baik. Dengan cara memperbaiki diri sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat di sekitar kita, maka rumah adalah tempat pertama kita untuk melakukan perubahan bagi dunia. Kita semua bertanggung jawab untuk melakukan perubahan dari dalam, dan melalui tindakan baik maupun buruk, maka kita telah mengubah masa depan. Untuk siapakah kita membangun masa depan, dan masa depan seperti apakah yang akan kita bangun?

Perhatikanlah bahwa anak-anak melihat dan melakukan apapun yang dilakukan oleh orang tuanya. Anak-anak adalah "warisan" bagi kita. Pengaruh positif maupun negatif yang kita berikan, akan membentuk masa depan mereka. Marilah kita membentuk warisan yang akan kita banggakan kelak di Hari Kemudian, dengan menyebarkan cinta dan kebijaksanaan atas nama Sang Pencipta, yang merupakan sumber sejati cinta dan kebijaksanaan. Telah kita temukan keberadaan-Nya di sekeliling dan di dalam diri kita. Tuhan telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna dengan segala hak yang seimbang, dan menciptakan segala hal di alam semesta serta menyeimbangkan segala hal. Bagaimana mungkin kita menyangkal kebenaran tersebut?

Allah SWT. berfirman,
"Wahai manusia! Apa yang telah menyebabkan kecerobohanmu akan Tuhanmu, Sang Maha Pemurah? Yang telah menciptakanmu, membentukmu sedemikian sempurnanya, dan memberimu hak yang seimbang.

Sesungguhnya, kami ciptakan manusia dengan bentuk terbaik.

Agungkanlah Nama Tuhan kita, sang Maha Tinggi, yang telah menciptakan segalanya, kemudian menyeimbangkan segalanya."