Bab 24: Penyusupan Terhadap Agama - The Diary Of Dajjal

Penyusupan Terhadap Agama
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 24: Penyusupan Terhadap Agama. PADA abad ini, banyak teori yang bermunculan mengenai Tuhan, agama, dan manusia. Sebut saja teori-teori dengan tema seperti "Tidak ada Tuhan", "Tuhan adalah delusi atas pencapaian diri", "Dirimu adalah Tuhan", "Melalui kesadaranmu, kaulah Sang Pencipta", "Kau berasal dari monyet", "Lakukanlah apa yang kau kehendaki", "Makhluk luar angkasa berada di balik keajaiban kitab sucimu", "Secara genetis kau diciptakan oleh makhluk luar angkasa", atau "Kelompok Elit dan pemuja setan menciptakan agama sebagai alat untuk mengendalikanmu".

Tema-tema seperti di atas bertujuan untuk menjebak penduduk dunia ke dalam agenda duniawi dengan cara membutakan dan menyelewengkan manusia dari kebenaran. Dengan meniadakan Tuhan dari kenyataan keseharian, maka manusia akan memusatkan perhatian kepada kesenangan dan tujuan-tujuan di dunia yang merupakan daya tarik dari agenda duniawi ini. Manusia akan lebih tertarik untuk memusatkan perhatian kepada imbalan yang diperoleh dari kesenangan-kesenangan duniawi, daripada pahala di kehidupan yang akan datang. Dengan demikian di tangan kelompok Elit dan pemuja setan, manusia menjadi alat kendali untuk menjalankan rencana mereka. Sebab dunia atau sistem Dajjal adalah apa-apa yang dibangun di atas kesenangan (hedonisme) dan konsumerisme. Tidak mengherankan jika pelajaran pertama dalam agama setan adalah:

Lakukan apapun yang kalian kehendaki

Jika agama diciptakan oleh manusia, makhluk luar angkasa, atau kelompok Elit sebagai alat pengendali, lantas mengapa agama-agama politeistik (menyembah banyak tuhan) tidak pernah menghadapi tantangan? Sementara setiap agama monoteistik (pengesaan terhadap Tuhan) selalu mendapat tantangan dari para penguasa yang sama. Mengapa hanya para Nabi utusan Tuhan yang sejati yang diserang oleh kelompok Elit itu? Alasan mengapa agama monoteistik selalu mendapat tantangan dari para penguasa karena itu adalah agama yang akan membebaskan manusia dari tirani kekuasaan, dan hal ini merupakan ancaman paling besar bagi kekuasaan kelompok Elit.

Marilah kita mengingat kembali apa yang terjadi dengan agama-agama monoteistik di awal kemunculannya. Nabi Musa AS. dan kitab Tauratnya mendapat tantangan dari Fir'aun di Mesir. Nabi Isa AS. mengalami penyiksaan hebat dan Injilnya dimanipulasi. Muhammad Rasulullah SAW. dan Al-Qur'an pun tak luput dari penyerangan. Dalam dunia yang penuh tipu muslihat ini, kebenaran akan selalu mendapat perlakuan menyedihkan seperti itu. Inilah salah satu pelajaran terbesar yang hendak disampaikan dalam buku The Diary Of Dajjal.

Perhatikanlah semua agama politeistik di dunia ini, dan tanyalah kepada diri kita sendiri, "Mengapa tak satu pun dari agama-agama ini yang diperangi?" Tidak satu pun dari agama ini pernah mendapat penentangan dari pihak berkuasa. Mengapa hal itu terjadi?

Dengan mempelajari hal ini secara mendalam untuk memperoleh jawaban, maka kita akan mengetahui manakah agama yang diciptakan oleh Kelompok Elit, dan manakah yang bukan. Kebenarannya adalah, hanya ada satu Tuhan dan satu pesan dalam agama-agama yang sejati, yaitu yang pernah diturunkan kepada Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW. Seorang penganut agama yang sejati pasti akan mempercayai pesan yang disampaikan oleh para Nabi itu sebagai sebuah pesan yang sama, yaitu pesan sebagai satu agama. Namun, mengapa terjadi banyak perbedaan dewasa ini? Mengapa tidak ada kesatuan antara agama-agama monoteistik? Mengapa tidak ada kesatuan antara aliran-aliran dalam satu agama monoteistik? Jawabannya adalah meskipun agama monoteistik tidak diciptakan oleh manusia, agama-agama tersebut telah disusupi.

Untuk memahami bagaimana agama-agama monoteistik disusupi, dan dari manakah perbedaan-perbedaan antara agama berasal, maka kita harus kembali mempelajari sejarah agama-agama tersebut. Marilah kita mulai dengan memahami kepercayaan agama Yahudi dan kitab suci Taurat. Simaklah pidato berikut!

"Kerajaan orang Yahudi di tanah suci dihancurkan oleh Nebukadnezzar melalui penaklukan oleh kerajaan Babilonia. Penduduknya dijadikan budak, kemudian dibawa ke Babel di Babilonia. Di sana, penganut Yahudi dipisahkan dari agama sejati mereka yang mengimani keesaan Allah SWT. Mereka juga dipisahkan dari kitab suci mereka selama beberapa waktu lamanya. Sejak itu, mereka berada di bawah pengaruh, kediktatoran, penindasan, dan tirani bangsa Babilonia. Inilah yang mendasari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam agama yang terjadi di Babel. Bagaimana dengan kitab suci umat Yahudi? Taurat ditinggalkan, dan sebagai gantinya Talmud diikuti. Talmud ditulis oleh tujuh puluh orang rabi di Babilonia di bawah pengaruh rezim Babilonia dan cara hidup masyarakatnya. Kitab Talmud inilah yang menjadi pusat aturan kepercayaan Yahudi saat ini."

Talmud ditulis oleh manusia, sementara Taurat merupakan ajaran-ajaran yang disampaikan Allah SWT. Kitab Talmud ditujukan kepada agenda seputar Yerusalem dan kuil Sulaiman AS. dan tujuan tersebut sangat berkaitan dengan asal-muasal dan agenda sebuah kelompok masyarakat rahasia. Nabi Sulaiman AS. tidak ada kaitannya dengan tujuan tersebut. Simak lanjutan pidato berikut,

"Kuil Sulaiman dipahami secara keliru, dan tidak ada yang namanya "kuil Sulaiman". Siapakah yang membangun masjid? Jawabannya adalah Nabi Yakub AS. Nabi Sulaiman mengembangkan masjid itu selama masa kepemimpinan kerajaannya. Bukan kuil, melainkan sebuah masjid."
Nabi Sulaiman mengembangkan Masjid Al-Aqsa atas nama Allah.
Setiap Nabi yang diutus Allah mengajarkan kepada pengikutnya bahwa akan datang para Nabi berikutnya beserta kitab suci mereka. Namun para pemimpin kegelapan yang menyimpang, selalu menolak kebenaran ini. Pidato lanjutan berikut menegaskan hal tersebut,

"Marilah kita baca Surat al-Baqarah ayat 101, "Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka. Sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)-nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah)."

Mereka, kaum Yahudi, melemparkan kitab Allah. Ketika Nabi Isa AS. datang, mereka tidak mengikuti ajarannya. Mereka mengikuti sesuatu yang telah disebarkan oleh iblis sejak masa kepemimpinan Nabi Sulaiman AS. Pada saat itu, iblis-iblis ini mengajarkan sihir kepada para penduduk. Setan dan pengikut-pengikutnya telah mengajarkan sihir kepada manusia sebelum dan juga selama masa kepemimpinan Nabi Sulaiman. Dalam sebuah ayat disebutkan bahwa Nabi Sulaiman mengetahui bahwa iblis mengajarkan sihir kepada para penduduk. Nabi Sulaiman AS. kemudian mengumpulkan semua panduan dan buku-buku sihir dari penduduk, kemudian membuat sebuah peraturan hukum mati bagi siapapun yang mempelajari, mempraktikkan, dan mengajarkannya. Semua buku dan panduan sihir tersebut dikuburnya di bawah singgasananya. Demikianlah kisahnya bahwa Nabi Sulaiman AS. telah mengubur kitab-kitab dan buku panduan sihir mereka.

Benar atau tidakkah Kuil Sulaiman?
Apakah sesungguhnya kuil Sulaiman itu? Mengapa nama salah satu Nabi yang telah diutus Allah itu dikaitkan dengan sebuah rencana jahat kelompok rahasia? Pidato yang disampaikan dalam bab sebelumnya, menegaskan bahwa kuil Sulaiman sesungguhnya tidak ada, dan nama "kuil Sulaiman" dipahami secara keliru. Nabi Sulaiman tidak ada hubungannya dengan rencana-rencana jahat kelompok rahasia itu. Marilah kita pelajari apa yang mereka sebut sebagai kuil Sulaiman. Nabi Yakub AS. pernah membangun sebuah masjid, dan bangunan tersebut dikembangkan oleh Nabi Sulaiman selama ia memimpin kerajaannya. Bangunan itulah yang kemudian dikenal sebagai Masjid Al-Aqsa. Nabi Sulaiman mendirikan Masjid Al-Aqsa atas nama Allah.

Bukan kuil, melainkan sebuah masjid.

Lantas, bagaimana dengan kuil Sulaiman itu sendiri? Pada bab sebelumnya disebutkan bahwa kaum Yahudi telah menyimpang dan menolak kebenaran yang disampaikan oleh para Nabi, mereka pun tetap memilih untuk mengikuti sesuatu yang disebarkan iblis sejak masa kepemimpinan Nabi Sulaiman. Pada saat itu, iblis dan pengikutnya telah mengajarkan sihir kepada penduduk sejak sebelum dan selama masa kepemimpinan Nabi Sulaiman dan kerajaannya. Nabi Sulaiman AS. yang mengetahui bahwa sihir diajarkan kepada penduduk, kemudian mengumpulkan semua panduan dan kitab sihir tersebut, lalu membuat peraturan hukum mati bagi siapapun yang mempelajari, mempraktikkan, dan mengajarkan sihir. Semua panduan dan buku-buku sihir tersebut dikuburnya di bawah singgasananya.

Kini semakin jelas alasan dari rencana besar pembangunan kembali kuil Sulaiman yang dilakukan oleh kelompok masyarakat rahasia ini. Kini mereka telah menggali di bawah masjid suci Al-Aqsa untuk mengambil kembali "harta karun yang terpendam" itu. Untuk mencapai tujuannya, mereka tidak akan membiarkan apapun menghentikan mereka. Kini kita tahu bahwa masjid ini dilingkupi oleh sebuah konspirasi elit dengan tujuan raksasa. Tidak berlebihan jika terdapat anggapan bahwa Palestina tidak akan pernah mengenal perdamaian, karena Palestina adalah pusat konspirasi global yang dimaksud. Perlahan namun pasti, konspirasi ini dipersiapkan untuk Kedatangan Dajjal. Banyak di antara kita yang tidak mengetahui keberadaan Masjid Al-Aqsa dan ini bukanlah suatu kebetulan. Bangunan yang kerap kali dirujuk sebagai Masjid Al-Aqsa adalah Dome of the Rock, yaitu masjid Qubbah as-Sakhrah atau Kubah Shakhrah!

Dome of the Rock dalam bahasa Arab disebut Masjid Qubbah as-Sakhrah, dalam bahasa Ibrani disebut Kipat Hasela, dalam bahasa Turki disebut Kubbetus Sahra, adalah sebuah tempat ibadah umat Muslim yang berlokasi di Temple Mount, Yerusalem. Dome of the Rock dibangun antara tahun 685 dan 691 sebelum masehi, sebagai inisiatif Khalifah Ummayah, Abdul Malik Ibnu Marwan. Dua orang insinyur yang menangani pembangunannya adalah Yazin Ibn Salam dari Yerusalem dan Raja Ibn Haywah dari Baysan. Abdul Malik berharap bangunan tersebut menjadi "rumah bagi umat Muslim yang melindungi dari panas dan dingin" dan bermaksud menjadikan bangunan tersebut sebagai tempat ziarah. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab (ra) pernah melakukan salat di sana, dan meletakkan sebuah batu.

Namun demikian, setiap kali nama Masjid Al-Aqsa muncul dalam pemberitaan media, baik media muslim ataupun media barat, maka Kubah as-Shakhrah-lah yang ditayangkan. Dengan sengaja penduduk dunia dimanipulasi untuk berpikir bahwa Kubah Shakhrah adalah Masjid Al-Aqsa, sehingga ketika Masjid Al-Aqsa yang sesungguhnya dihancurkan, tidak akan ada yang menyadarinya. Saat ini, ketika kita tengah membahas mengenai rencana-rencana jahat apa sajakaj yang mereka susun, mereka tengah menjalankan rencananya, dan di bawah Masjid Al-Aqsa tengah terjadi eskavakasi (panggalian). Penghancuran masjid ini adalah salah satu pertanda terbesar dan penghabisan bagi Kedatangan Imam Muhammad Al-Mahdi.

Apakah penggalian yang dilakukan di bawah Masjid Al-Aqsa adalah penggalian harta karun? Apakah "harta karun terpendam" yang dimaksud masih dicari? Tidak, bukan itu tujuan penggalian tersebut, karena harta karun itu telah ditemukan berabad-abad yang lalu, dan kita tahu siapa yang telah menemukannya.

Salah satu adegan di film National Treasure menyebutkan bahwa mereka adalah para pejuang perang salib pertama yang menemukan sebuah kolong di bawah kuil Sulaiman. Para ksatria itu percaya bahwa harga karun yang mereka temukan terlalu besar bagi siapapun, bahkan bagi seorang raja sekalipun. Mereka membawa harta karun itu kembali ke Eropa dan kemudian menamai diri mereka sendiri Ksatria Templar. Selama berabad-abad mereka telah mendiami Eropa dan membentuk sebuah ikatan persaudaraan bernama Freemason untuk menghormati "pembangun" kuil yang luar biasa itu. Siapakah "pembangun" yang menurut mereka telah membantu Nabi Sulaiman untuk membangun kuilnya?

Para anggota Freemason meninggalkan sebuah petunjuk, sebagaimana yang tertera pada uang kertas satu dolar, yaitu "Piramid yang belum sempurna dan all-seeing-eye (mata yang melihat segalanya) yang merupakan simbol Ksatria Templar, si penjaga harta karun. Mereka berbicara kepada kita melalui simbol ini.

Lalu apakah "harta karun nasional" tersebut?
Harta karun yang dimaksud melebihi apa yang bisa dibayangkan oleh siapapun. Yang ditemukan oleh Ksatria Templar adalah buku sihir terlarang. Melalui harta karun tersebut, mereka mempelajari seni rahasia yang kemudian menjadi dasar terbentuknya kelompok Illuminati. Melalui ritual-ritual pemujaan terhadap setan, mereka telah mempergunakan seni ini untuk mencapai posisi kekuasaan tertinggi di dunia. Dengan sukarela mereka menjual jiwa mereka kepada setan, dan melalui ritual-ritual pemujaan terhadap ilmu gaib, sumpah, dan perjanjian rahasia, maka pengetahuan ini pun menjadi tersembunyi. Pengetahuan ini tidak pernah dituliskan, namun disampaikan melalui simbol-simbol, ritual, dan arsitektur.

Lantas, jika harta karun tersebut telah mereka temukan berabad-abad sebelumnya, mengapakah saat ini masih dilakukan penggalian di bawah bangunan masjid Al-Aqsa? Apakah makna Al-Aqsa sesungguhnya?
Temple Mount
Temple Mount
Temple Mount atau dalam bahasa Ibrani disebut Har haBayit yang juga dikenal sebagai Mount Moriah, atau dalam bahasa Arab disebut al-haram al-qudsy ash-sharif, adalah tempat suci di wilayah Kota Lama Yerusalem. Di tempat inilah berdiri masjid Al-Aqsa dan Dome of the Rock (Kubah Shakhrah) yang merupakan bangunan umat Islam tertua di dunia. Selama ratusan tahun, Temple Mount (bukit kuil) di Yerusalem telah menjadi garis depan pertempuran antara agama-agama monoteistik besar, dan nafsu-nafsu duniawi saat ini semakin mengancam sehingga menyebabkan terjadinya pertumpahan darah terus-menerus di wilayah itu. Penggalian yang masih berlangsung saat ini ditujukan sebagai rencana penghancuran masjid tersebut untuk mempersiapkan kedatangan Mesiah palsu, Sang Raja Diraja bagi mereka. Kedatangan raja ini harus disambut dengan kebangkitan kembali kuil Sulaiman. Dengan demikian, untuk membangkitkan kembali kuil Sulaiman, pertama-tama Masjid Al-Aqsa yang merupakan rumah suci Tuhan yang pertama, harus dihancurkan. Negara Israel telah melakukan penghancuran ini secara perlahan dan dengan cara yang mengerikan.

Banyak sekali versi yang mengungkap mengenai makna kuil Sulaiman bagi bangsa Yahudi. Sebuah versi tulisan menyebutkan bahwa kuil Sulaiman terletak di sebelah selatan Dome of the Rock. Versi lain menyebutkan, kaum Yahudi meyakini bahwa pondasi kuil Sulaiman berada di Masjid Al-Aqsa. Sementara ada sebuah versi lain yang menyebutkan bahwa bukan Al-Aqsa yang menarik bagi bangsa Yahudi, melainkan simbol kuil Sulaiman itu sendiri.

Pada permulaan bulan Februari 2007, pemerintah Israel mulai melakukan penggalian di bagian terluar kompleks Temple Mount di dekat Masjid Al-Aqsa, dan juga di tembok sebelah barat. Tembok sebelah barat adalah bagian yang diyakini oleh kaum Yahudi sebagai sisa reruntuhan kuil Sulaiman yang masih berdiri. Mereka menamakan bagian ini sebagai Wailing Wall atau Tembok Ratapan, yang merupakan salah satu titik paling suci bagi umat Yahudi. Pihak yang berwenang mengatakan bahwa penggalian itu dimaksudkan untuk membangun dinding penghalang yang permanen menuju salah satu gerbang Temple Mount.

Dr. Gideon Avni dari Lembaga Pemeliharaan Benda-Benda Purbakala Israel tersebut megnatakan, "Semua pekerjaan yang dilakukan di sini betul-betul di luar perbatasan Temple Mount. Kami membangun hampir lima puluh meter jaraknya dari dinding Temple Mount. Tak ada yang akan dilakukan di area bagian dinding dalam."

Penggalian tersebut menyulut kemarahan komunitas muslim di wilayah Palestina dan Israel. Mereka mengatakan bahwa penggalian itu adalah yang kali ketiga yang dilakukan di sekitar masjid Al-Aqsa. Pemimpin Muslim menyatakan bahwa lebih banyak lagi operasi penggalian diam-diam yang dilakukan.
Syeikh Raid Shalah
Syeikh Raid Shalah
Sheik Ra'id Salah dari Islamic Movement, mengatakan bahwa saluran dibangun dari mana-mana, dan salah satunya menuju ke wilayah suci Masjid Al-Aqsa. Dia menambahkan, bahwa secara perlahan mereka akan menghancurkan masjid itu, dan dengan tindakan tersebut, mereka memicu perang agama besar untuk terjadi di daerah ini. Israel dengan tegas menyangkal penggalian di sekitar kompleks Temple Mount dan di bawah masjid Al-Aqsa. Rabi-rabi mereka yang terhormat bergabung untuk menyangkal tentang penggalian tersebut. Mereka mengatakan bahwa tempat itu adalah tempat suci bagi umat Yahudi, dan merupakan wilayah terlarang bagi orang Yahudi karena kesuciannya.
Yisrael Meir Lau
Yisrael Meir Lau
Mantan Ketua Rabi Israel, Yisrael Meir Lau, berusaha meyakinkan penduduk dunia dengan mengatakan bahwa sampai tiba waktunya Mesiah datang dan mereka cukup suci untuk memasuki bukit itu, mereka tidak bisa berdoa di sana sebab mereka tidak layak berada di tempat suci itu. Ketika pemimpin Hamas dan Fatah tengah mengadakan pertemuan di Saudi arabia untuk mengakhiri perseteruan mereka, baru-baru ini di dekat Al-Aqsa terjadi huru-hara yang memperlihatkan persekutuan kedua kelompok ini untuk melawan Israel. Siapkah kita dengan terjadinya perang suci? Siapkah kita dengan terjadinya Perang Dunia III? Kini kedua perang itu telah dimulai!

Namun tidak seperti yang sebagian dari kita pikir, Perang Suci ini bukan antara umat Muslim, Kristen, dan Yahudi, meskipun seperti itulah yang terlihat. Mengapa? Karena perang pada akhir zaman adalah perang antara garis darah Fir'aun melawan garis darah para nabi. Perang ini akan dipimpin oleh para pemuja setan melawan umat yang percaya kepada Tuhan. Cara apakah yang paling baik untuk meyakinkan seluruh penduduk dunia bahwa Fir'aun masa kini tidak memiliki lawan yang perlu diperhitungkan?

Cara terbaik untuk meyakinkan penduduk dunia adalah dengan membangun "Tatanan Dunia Baru" yang dihuni oleh penduduk yang sepenuhnya diperbudak dan menyimpang, memecah belah penduduk, dan menaklukkan siapapun yang siap melawan.

Kelompok Illuminati didirikan oleh mereka yang menyatakan diri sebagai pemuja setan, yaitu keluarga Rothschild. Saat ini dunia diatur oleh keluarga bankir Zionis, terutama Rothschild dan Rockefeller.

Kedua keluarga inilah yang membiayai Hitler dan Perang Dunia. Mengapa mereka yang disebut sebagai orang Yahudi membiayai holocaust? Karena, mereka bukanlah orang Yahudi, melainkan keturunan setan. Tanpa holocaust, tidak akan ada negara Israel saat ini! Keluarga Rothschild dan rekan-rekannya yang telah membantu membiayai Hitler dan membangun kamp-kamp pekerja budak Yahudi, telah mengubah korban holocaust Yahudi menjadi pelaku yang menyebabkan korban. Dalam penjara kamp pengungsi yang dilengkapi dengan kawat berduri, kondisi orang-orang Palestina yang menjadi korban sama serupanya dengan korban kamp konsentrasi Nazi.

Fakta di atas tersebut berhubungan dengan salah satu rahasia paling menarik mengenai Israel. Menurut penulis dan ahli sejarah Simon Schama, keluarga Rothschild memiliki delapan puluh persen tanah Israel.
Israel Heksagram
Hal ini tercantum dalam buku Two Rothschilds and the Land of Israel karya Schama yang diterbitkan oleh Collins, London, pada tahun 1978. Bahkan dalam bendera Israel terdapat simbol heksagram yang merupakan simbol "perisai merah" keluarga Rothschild. Heksagram terdiri dari enam titik, enam segitiga, dan enam sisi pada titik pusatnya. Mereka yang membiayai Perang Dunia dan holocaust adalah pemilik 80% tanah Israel! Untuk siapa keluarga-keluarga ini bekerja? Apakah kita sudah mulai memahami siapakah di balik semua penderitaan yang terjadi di muka bumi ini? Mengapa di Yerusalem, dan mengapa kebangkitan kembali itu harus terjadi di kuil Sulaiman? Yerusalem dipilih, sebab Mesiah palsu harus berkuasa di tempat dimana Mesiah asli terpilih untuk menjalankan misinya.

Mengapa kuil Sulaiman begitu penting bagi mereka?

Apakah yang unik dari Nabi Sulaiman jika dibandingkan dengan nabi-nabi lain? Semua yang telah melakukan penelitian mendalam akan mengetahui bahwa kitab suci Al-Qur'an mengajarkan mengenai Nabi Sulaiman yang diberikan anugerah kenabian unik, yaitu kekuasaan unik yang mencakup dua makhluk dari dua dimensi berbeda. Lalu, mengapa kuil Sulaiman begitu suci? Pertanyaan yang sebenarnya harus kita ajukan pada diri kita sendiri adalah "bagi siapakah Kuil Sulaiman itu suci?"
Bangunan WAFI di Dubai dengan dua pilar dan lambang Mesir Kuno 
Mari kita pikirkan. Dua pilar di antara lantai bermotif papan catur yang menjadi simbol Mason, dua pilar yang mengapit pintu pusat perbelanjaan Wafi, dan gedung-gedung kembar pencakar langit seperti Menara Emirates dengan 'gerbang'-nya, Petronas, dan gedung kembar pencakar langit lainnya, dibangun berdasarkan "menara kembar dan gerbang" kuil Sulaiman.

Kisah Tentang Isa Putra Maryam
Pembahasan ini berisi mengenai informasi yang mungkin sulit untuk diterima. Kita akan menyelidiki penyusupan yang terjadi terhadap keyakinan umat Kristiani dan Muslim. Harap dicatat, bahwa maksud kami adalah untuk memunculkan kembali pesan asli dari kedua gagama ini, lepas dari orang-orang yang mengendalikannya. Dibutuhkan pikiran yang terbuka sebelum menarik kesimpulan.

Zeitgeist adalah film dokumenter karya Peter Joseph yang dirilis pada tahun 2007. Film ini terdiri dari tiga bagian, yaitu The Great Story Ever Told yang menceritakan mengenai mitos kelahiran Yesus, All the World's a Stage yang memaparkan konspirasi seputar peristiwa 9/11, dan Don't Mind the Men Behind the Curtain, yang berisi tentang peran Federal Reserve dalam perang-perang besar yang melibatkan Amerika Serikat.

Ingatkah kalian kisah Horus? Perhatikanlah informasi yang disampaikan dalam film Zeitgeist. Dalam film itu Horus adalah dewa matahari Mesir yang dipuja sekitar tahun 3000 SM. Dia adalah matahari yang dimanusiakan, yang merupakan rangkaian mitos kiasan yang berhubungan dengan peredaran matahari di langit.

Horus lahir pada tanggal 25 Desember dari seorang perawan bernama Isis-Mary. Kelahirannya diiringi oleh bintang timur, kemudian diikuti oleh tiga orang Raja untuk menetapkan dan merayakan kelahiran seorang juru selamat. Pada usia dua belas tahun, dia adalah seorang guru kanak-kanak. Pada usia tiga puluh tahun, dia dibaptis oleh seorang tokoh bernama Anup, kemudian mulai menjalankan tugas kependetaannya. Horus yang memiliki dua belas orang murid, berkelana dengan mempertunjukkan keajaiban seperti menyembuhkan orang sakit dan berjalan di atas air.

Horus dikenal dengan banyak nama, seperti Kebenaran, Cahaya, Anak Tuhan, Gembala Tuhan, Domba Tuhan, dan masih banyak lagi. Setelah dikhianati oleh Typhon, Horus disalib dan dikubur selama tiga hari, kemudian bangkit.

Tapi, tunggu. Kisah ini tidak terdengar asing, bukan? Yesus Kristus dilahirkan dari seorang perawan Maria pada tanggal 25 Desember di Bethelem. Kelahirannya diumumkan oleh sebuah bintang di timur, yang diikuti oleh tiga Raja dan penyihir untuk menetapkan seorang juru selamat. Yesus adalah seseorang yang sangat pandai sehingga menjadi guru kanak-kanak pada usia dua belas tahun. Pada usia tiga puluh tahun, ia dibaptis oleh Yohanes Sang Pembaptis, kemudian memulai misi penyebaran keagamaannya. Yesus memiliki dua belas orang murid yang mengiringinya berkelana, memperlihatkan keajaiban, seperti mengobati orang sakit, berjalan di atas air, dan menghidupkan makhluk yang telah mati. Dia juga dikenal sebagai Raja Diraja, Anak Tuhan, Cahaya Dunia, Alfa dan Omega, Domba Tuhan dan masih banyak lagi. Setelah dikhianati oleh muridnya yang bernama Yudas demi 30 keping perak, kemudian Yesus disalib dan ditempatkan dalam kuburan. Setelah tiga hari, Ia hidup kembali dan naik ke surga.

Pertama-tama, rangkaian kelahiran sepenuhnya astrologis. Bintang di sebelah timur adalah Sirius, yaitu bintang paling terang di langit pada malam hari. Pada tanggal 24 Desember, bintang ini bergabung dengan tiga bintang paling terang dalam rasi Orion. Ketiga bintang paling terang dalam rasi Orion ini disebut sebagaimana penyebutannya pada zaman kuno, yaitu "Tiga Raja". Posisi "Tiga Raja" dan bintang paling terang Sirius merujuk kepada titik balik matahari pada pergantian musim dingin (winter solstice). Inilah penjelasannya mengenai "Tiga Raja" yang mengikuti bintang timur untuk menempatkan matahari, yaitu peristiwa "kelahiran matahari".
Tiga Raja Bintang Timur
Gambaran Zeitgeist tentang tiga raja dan bintang timur yang sejajar ke arah matahari
Apakah ini berarti bahwa Yesus adalah mitos sebagaimana halnya Horus? Kebenaran akan hal ini dikubur, tentu saja. Pembuat film Zeitgeist ini bermaksud untuk mengungkapkan sebuah kebenaran versinya sendiri, dan dia sampai pada kesimpulan bahwa Yesus dan semua tokoh agama tidak lebih dari sekedar mitos. Hal ini berarti, dia telah terjatuh ke dalam jebakan yang dibuat oleh mereka yang menciptakan mitos ini sejak awal. Ini adalah salah satu dari sekian banyak "kesalahan Zeitgeist", dan apa yang diungkapkan dalam film tersebut mengenai Yesus bukan informasi yang benar.

Yesus sebenarnya adalah seorang Nabi yang menyebarkan pesan Tuhan Yang Esa. Mengapa harus diciptakan sebuah kisah mengenai kelahirannya? Mengapa kelahiran dan keberadaan Yesus harus didasarkan kepada Horus?
Begitu gelapnya tipu muslihat manusia
Lantas, apalagi yang kita ketahui mengenai Horus? Setelah ayah Horus yaitu Osiris dibunuh oleh saudaranya yang bernama Set, Horus berperang melawan Set memperebutkan tahta Mesir. Perang itu berakhir dengan luka pada salah satu mata Horus, namun kemenangan berada di pihaknya. Kemudian dia menjadi "Dewa Matahari Bermata Satu", dengan lambang Wedjat, yaitu mata Horus. Akhirnya, dia melebur dengan Ra untuk menjadi Ra-Horakhty, Penguasa seluruh Mesir.

Ra-Horakhty kemudian diartikan sebagai satu-satunya dewa di Mesir, dan semua dewa lain hanyalah aspek yang berbeda dari dewa ini. Dengan demikian, dewa matahari bermata satu inilah yang dirujuk sebagai "Anak Tuhan", "Cahaya Dunia", dan "Penguasa Segalanya".

Apakah ada orang yang telah diperdaya secara tidak langsung memuja dewa matahari bermata satu itu? Adakah konspirasi tingkat dunia untuk mempersiapkan penduduk menerima Dajjal Si Mata Satu sebagai Mesiah sejati? Ini adalah sebuah rencana yang telah disusun sejak awal.

Umat Muslim diajari bahwa tantangan paling besar dalam kehidupan beragama mereka adalah bagaimana menghindari tipu muslihat Dajjal atau Anti-Kristus. Bagaimana kita mengetahui Mesiah sejati? Jika kisah di atas adalah rekaan berdasarkan pemujaan terhadap matahari, bagaimana kita bisa mengenali yang sebenarnya?

Inilah kisah versi Islam mengenai Yesus Putra Mariam atau Nabi Isa AS. Suatu hari, Jibril, malaikat Allah SWT. yang paling utama, muncul di hadapan Siti Maryam dan bercerita kepadanya bahwa Allah SWT. telah menghendakinya menjadi ibu dari seorang Nabi besar. Maryam diliputi ketakutan akan sosok malaikat ini, dan dia bertanya bagaimana mungkin dia akan mengandung seorang anak sementara dirinya tidak pernah disentuh oleh lelaki pun? Jibril meminta agar Maryam tidak takut, dan mempercayakan semuanya kepada Allah SWT. Sang Pencipta segala hal. Kedatangan Isa telah "ditetapkan" sebagai "pertanda bagi manusia" dan merupakan "kemurahan dari Tuhan". Lalu, Jibril meniupkan roh suci kepada Maryam sebagaimana dilakukan kepada semua yang mengandung. Kemudian Jibril meninggalkannya, dan tidak muncul lagi di hadapan Maryam hingga tiba waktu kelahiran Isa AS.

Selama pertengahan Agustus, Maryam telah meninggalkan rumahnya dan pergi menuju gurun pasir tempat ia melahirkan putranya. Kemudian Maryam melahirkan di bawah sebuah pohon kurma tempat ia berhenti untuk beristirahat. Pada saat inilah Jibril muncul kembali. Ia menenangkan Maryam, dan memberitahunya untuk mengguncang pohon kurma supaya buah kurma matang jatuh untuk dimakannya. Ditunjukkannya aliran air yang telah diciptakan Allah sebagai minuman.

Nabi Isa AS. telah lahir. Jibril berkata, jika Maryam bertemu dengan seseorang, maka ia harus berkata "Bahwa sesungguhnya aku telah bersumpah kepada Yang Paling Mulia, sehingga aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun hari ini." Jibril berkata agar Maryam tidak berbicara sepatah kata pun jika seseorang bertanya tentang bayi itu, namun menunjuk kepada bayi itu yang akan berbicara atas nama-Nya.

Ketika ia kembali, Maryam dikerumuni oleh orang-orang. Rabi-rabi pun mulai bertanya kepadanya,

"Oh Maryam! Kau telah melahirkan, dan tidak ada yang mendengar tentang kelahiranmu! Ayahmu bukanlah seorang pezina, dan ibumu bukan perempuan tanpa kasta." Ketika semua orang terus menuduhnya telah melakukan perzinahan, Maryam menunjuk kepada bayi yang digendongnya, bayi Isa AS. Mereka semua menertawakannya dan berkata "Bagaimana mungkin kita bisa berbicara dengan bayi dalam buaian?" Kemudian Isa, yang baru berumur beberapa jam, berbicara, "Sesungguhnya, aku adalah penyembah Allah. Dia (SWT) telah memberikan kepadaku sebuah Kitab dan menjadikanku sebagai seorang Nabi. Diberkatinya aku atas apapun, dan telah diperintahkan-Nya aku untuk beribadah dan berinfak seumur hidupku. Dia telah membuatku menjadi anak yang berbakti kepada ibuku, menjadikanku rendah hati, dan kedamaian bersamaku di hari kelahiranku, di hari kematianku, dan di hari aku dibangkitkan kembali." (Ali Imran: 45-48).

Oh Maryam, Allah SWT. telah memberimu kabar yang menggembirakan berupa Juru Selamat bernama Isa putra Maryam. Termahsyur di dunia dan kehidupan abadi, ia mendekatkan umat kepada Allah. Dialah yang luhur, dan Allah akan mengajarkan kitab suci dan kebijakan, Taurat dan Injil, kepadanya.

Dewa Matahari
Kita tentu masih ingat bahwa misi yang tengah dikerjakan oleh setan dan Dajjal atau Anti-Kristus adalah pembentukan tatanan dunia sekuler sebagai Tatanan Dunia Baru, dengan tujuan untuk menyimpangkan dunia dari keyakinan beragama. Bagaimana caranya tatanan ini terbentuk? Salah satu caranya adalah melalui penyelewengan informasi, atau disebut disinformasi. Apakah yang dimaksud dengan disinformasi?

Disinformasi adalah seni menyediakan informasi yang cukup mengandung kebenaran mengenai sebuah topik, sehingga ketika informasi yang keliru mengenai topik tersebut muncul, maka informasi yang cukup mengandung kebenaran tadi akan dianggap sebagai kebenaran.

Marilah kita perhatikan informasi yang disampaikan dalam film Zeitgeist. Film ini terdiri tiga bagian. Bagian pertama berhubungan dengan agama, kedua berhubungan dengan peristiwa 9/11, dan ketiga berhubungan dengan Federal Reserve (Bank Sentral Amerika) dan masa depan dunia. Teknik apakah yang digunakan dalam film ini untuk membuat penonton mempercayai informasi yang disampaikannya? Bagian 2 dan 3 film itu menyampaikan informasi yang cukup akurat, sehingga penonton yang hanya memiliki sedikit pengetahuan sehubungan dengan bagian 1 akan menganggap bahwa bagian 1 menyajikan kebenaran, karena mereka telah diyakinkan melalui informasi yang disampaikan dalam bagian 2 dan 3. Bagian yang mengetengahkan tentang peristiwa 9/11 hanyalah ringkasan dari film dokumenter Loose Change (2005, 2006, 2007), yang muncul dan lebih populer terlebih dahulu, sehingga dalam film Zeitgeist tersebut tidak diungkapkan penemuan baru yang sehubungan dengan peristiwa itu. Loose Change adalah film seri dokumenter yang ditulis dan disutradarai oleh Dylan Avery, serta diproduseri oleh Korey Rowe dan Jason Bermas. Film tersebut didistribusikan oleh Mercury Media International. Film ini menyatakan bahwa serangan 11 September 2001 direncanakan dan dilakukan oleh elemen-elemen dalam pemerintah Amerika Serikat. Bagian terakhir adalah mengenai Federal Reserve dan isu-isu masa depan, yang belum diketahui oleh penonton.

Jika kita menonton sebuah film dokumenter yang menceritakan mengenai isu-isu tersebut, namun tidak disebutkan istilah Illuminati atau Freemason dalam film tersebut, maka kita akan bertanya-tanya mengenai siapa yang dilayani oleh si pembuat film. Pembuat film ini mengetahui dengan pasti apa yang sebenarnya tengah dilakukannya ketika dia membuat film itu. Dia tahu porsi apa yang harus mengambil bagian terbesar, dan porsi apa yang paling efektif untuk memastikan terbentuknya Tatanan Dunia Baru.

Pada film Zeitgeist, agama dinodai secara mendalam, dengan cara menampilkan kisah Horus dan mengaitkannya dengan kelahiran Yesus, sementara tidak ada bukti mengenai kelahiran Horus. Ibu Horus bernama Isis, bukan Isis-Mary atau Isis-Meri. Nama seperti itu tidak tercantum dalam kajian-kajian yang terpercaya mengenai kebudayaan Mesir. Horus tidak pernah disalib. Dalam satu catatan disebutkan bahwa Horus digantung pada dua tiang sejajar. Catatan lain menyebutkan bahwa tubuhnya dipotong-potong kemudian ibunya menyambungkan kembali potongan tubuhnya untuk membangkitkannya.

Namun, bagian satu film itu benar tentang satu hal, yaitu tentang Dewa Matahari, Tiga Raja, Sirius (bintang timur), dan kelahiran matahari pada masa pergantian musim dingin (winter solstice) di bulan Desember. Kaum penyembah berhala telah memanipulasi karakter Isa Sang Mesiah menjadi sosok yang mewakili matahari, supaya para pengikutnya secara tidak langsung memuja matahari. Inilah tugas yang telah berhasil dilakukan oleh setan selama ribuan tahun. Proses kemunculan matahari pada pergantian musim dingin yang ditampilkan dalam film tersebut, bukanlah rekayasa.

Solstice terjadi 2 kali dalam setahun yaitu tanggal 21 Juni dan 22 Desember, yang merupakan titik balik matahari. Pada tanggal-tanggal ini matahari nampak tidak begitu banyak bergerak ke utara maupun selatan, sehingga solstice sering disebut "matahari tetap". Winter solstice bisa diartikan titik balik matahari yang terjadi pada pergantian musim dingin.

Jika kita mempelajari rencana jahat di balik mereka yang melakukan penyimpangan itu, maka kita akan sampai kepada akar dari fakta-fakta ini. Adakah alasan di balik ibadah yang dilakukan oleh pemeluk suatu agama pada hari Minggu?

Apakah "Sun"day, hari Matahari, ada maknanya? Mengapa bukan "Son"day, hari anak, namun "Sun"day? Kita harus memahami, bahwa dalam dunia yang diciptakan bagi Dajjal, tiap agama akan disusupi dan dimanipulasi.

Roger Morneau mengungkapkan hal yang mencengangkan mengenai alasan di balik ibadah pada hari Minggu (Sunday).

"Semangat setan yang tak lekang dimakan waktu akan mengerahkan segala daya upaya untuk mengesankan para pemimpin agama. Tujuannya adalah untuk mengisyaratkan kepada penduduk dunia akan kesakralan hari minggu (Sunday, hari matahari). Mereka diajarkan bahwa hari Minggu adalah hari yang sakral. Kemudian pemerintah akan membuat peraturan untuk menguatkan, yang memaksa pemeluk untuk menghormati Hari Matahari dan menyembah setan, sehingga orang beribadah pada hari minggu. Ketika kita bertanya "Apa yang akan terjadi kepada mereka yang tidak mempercayai keberadaan Setan?", maka dia berkata, "Tidak masalah sama sekali. Pemerintah akan membuat peraturan, dan peraturan akan diterapkan, lepas dari apakah orang percaya atau tidak."

Negara-negara besar dan negara-negara kecil terlibat dalam pemujaan terhadap matahari. Dia berkata, "Ini akan terjadi lagi". Penghormatan pada matahari di hari Minggu atau "Hari Matahari" (Sunday) mempunyai arti memberikan penghormatan kepada Setan sebagaimana dilakukan pada zaman kuno melalui pemujaan terhadap matahari. Roger Morneau melanjutkan, "Tapi, kali ini bukan pemujaan terhadap matahari, namun melalui ibadah pada hari itulah yang menjaganya tetap sakral". Mereka (pemuja setan) telah membuat pernyataan yang tidak pernah akan bisa aku lupakan. Dia katakan bahwa dengan adanya kepatuhan untuk beribadah pada hari Minggu atau Hari Matahari, yaitu hari di mana Tuannya (Setan) telah memfungsikan kekuasaannya, maka dengan demikian, setan telah menerima penghormatan, terlepas kepada siapa orang beribadah pada hari tersebut."

Tercatat dalam sejarah bahwa Islam lahir pada masa-masa awal. Kitab Suci Al-Qur'an harus dihafalkan. Karenanya teramat sulit untuk mengubah bagian-bagian naskah pada kitab itu, dan dalam Al-Qur'an disebutkan mengenai kelahiran Yesus (Nabi Isa). Yesus yang merupakan pembawa pesan bagi umat Kristen adalah Yesus (Isa) yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Sejarahnya, Nabi Isa AS. adalah seorang Nabi yang besar, yang mengajarkan umatnya untuk menyembah kepada Tuhan Yang Esa, Sang Pencipta segala. Nabi Isa AS. merujuk Tuhan yang Esa sebagai "Allah", yaitu kata dalam bahasa Aramia, dan bahasa Arab untuk "Tuhan", serta terjemahan harafiah untuk Tuhan.
Hanya ada satu Tuhan dan satu pesan yang sama. Semua perbedaan adalah buatan manusia.
Nabi Isa AS. adalah salah satu nabi yang dicintai oleh umat Islam. Dengan demikian banyaknya perubahan, dan dengan sedemikian banyaknya penyusupan, maka sumber yang paling benar adalah kitab yang asli, yang bukan kebetulan telah dilarang untuk diketahui publik meskipun kitab itu tetap ada jika orang berusaha keras mencarinya. Faktanya adalah umat Muslim dan Kristen meyakini bahwa Nabi Isa AS. sebagai Mesiah atau Juru Selamat, sementara Yahudi Zionis menyangkalnya. Bahkan mereka menunggu kedatangan Mesiah mereka sendiri.

The Passion of the Christ adalah sebuah film tahun 2004, yang ditulis bersama, diproduksi bersama, dan disutradarai oleh Mel Gibson. Film ini didasari atas kisah-kisah Alkitab mengenai penangkapan, pengadilan, penyaliban, dan kebangkitan Yesus Kristus, berbagai peristiwa yang secara umum dikenal sebagai masa penderitaan Yesus. Film ini memperoleh rating "R" atau Restricted atau ada batasan bagi yang ingin menontonnya oleh badan Motion Picture Association of America. Sebabnya, bahwa film ini mengandung rentetan gambaran kekerasan. Dialog film ini diucapkan dalam Bahasa Aramia, Latin dan Ibrani, yang disertai dengan teks terjemahannya. Proses pembuatan film ini dilakukan di Italia, khususnya di Kota Matera dan Craco, Basilicata, serta Studio Cinecitta di Roma. Film ini bukan berbahasa Inggris yang paling sukses di Amerika Serikat.

Tuduhan Anti-Semit
Sebelum film dirilis, ada berbagai tuduhan anti-Semitic di dalam film ini. 20th Century Fox mengatakan kepada salah satu anggota Kongres New York, Dov Hikind, bahwa mereka telah angkat tangan terhadap distribusi film tersebut menyusul respon dan protes di luar gedung News Corp. Hikind memperingatkan perusahaan distributor film lainnya untuk tidak mendistribusikannya. Ini tidak baik bagi perasaan kaum Yahudi di seluruh dunia."

Komite Gabungan baik dari kelompok dialog antar agama dan ADL (organisasi Zionis berpengaruh di AS) telah mengambil naskah asli film sebelum diputar di dalam bioskop. Mereka mengatakan bahwa isinya cukup memiliki potensi sentimen anti-Yahudi. Yang perlu diberi penekanan bahwa kisah utama menggambarkan Yesus berhadapan dengan kelompok Yahudi yang zalim yang dipimpin oleh Imam utama mereka yang bernama Caiaphas. Seandainya alur cerita utama tidak diubah oleh Mel Gibson, The Passion of the Christ tidak akan berpotensi membahayakan kelompok keagamaan antara Yahudi dan Katolik selama 40 tahun terakhir.

Pertanyaan besar yang harus kita ajukan kepada diri kita sendiri adalah siapakah yang telah membunuh Nabi Isa AS., sebagaimana dinyatakan dalam Injil abad modern? Siapakah yang kemudian menyebarkan ajaran Yesus? Yesus dibunuh oleh kaum Yahudi bejat dan orang Romawi, dan mereka pulalah yang kemudian menyebarkan ajarannya. Bagaimana mungkin kita menaruh kepercayaan kepada mereka yang telah membunuh Yesus? Bagaimana mungkin kita akan mempercayai mereka, sementara pesan utama di balik pembunuhan itu sangat jelas? Tidak bisa dipungkiri bahwa politik berada di balik penyusupan terhadap kitab dan ajaran-ajaran Yesus. Dan siapakah yang menguasai dunia sejak saat itu? Orang Yahudi dan kekaisaran Romawi telah menjadi penguasa dunia sejak saat itu.
Leo Zagami
Leo Zagami
Leo Zagami, lahir pada tanggal 5 Maret 1970 dari seorang ibu yang berdarah Inggris dan Skotlandia, dan ayah seorang Sisilia. Dia mengatakan bahwa dalam dirinya mengalir darah aristokrat dari kedua orang tuanya. Zagami yang menyatakan dirinya sebagai pemberontak, adalah mantan anggota Comitato Esecutivo Massonico, Masonic Executive Committee (MEC), Monte Carlo. Sebelum memberontak, dia adalah anggota Freemason tingkat 33, dan merupakan salah satu pimpinan dalam kelompok Lodge P2 (Propaganda 2) Freemason.

Dalam situs www.leozagami.com, disebutkan bahwa dia adalah seorang grand master Illuminati tingkat tinggi. Pada tahun 2003 dia memluk Islam ketika menikahi Fatma Suslu yang berasal dari keluarga Sufi berpengaruh. Pada bulan Mei 2008, Leo mengumumkan bahwa dia kembali ke dalam kelompok Illuminati dan mengendalikan bagian terbesar kelompok itu.

Dalam wawancara-wawancaranya dengan Kerry Cassidy dari Project Camelot pada tanggal 17 Februari 2008, Zagami menjelaskan bahwa penyembahan berhala biasanya diartikan sebagai pemujaan terhadap segala imaji alam gaib, gagasan, atau objek, yang bertentangan dengan ibadah kepada Tuhan Yang Esa. Penyembahan berhala ini dilakukan sebagai cara untuk memasuki dunia kelompok Elit, atau yang lebih dikenal sebagai kelompok Illuminati. Namun utamanya mereka bekerja untuk membangun piramid kekuasaan yang berakhir di Yerusalem dan Roma. Piramid kekuasaan ini merepresentasikan baik Vatikan maupun pendirian Zionis Israel, yang bersama-sama bersatu menciptakan sesuatu yang mereka sebut sebagai "Tatanan Dunia Baru".