Bab 31: Kedatangan Nabi Isa Sang Mesiah - The Diary Of Dajjal

Kedatangan Nabi Isa Sang Mesiah
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 31: Kedatangan Nabi Isa Sang Mesiah. SEMUA pembahasan ini disusun dan disampaikan semata-mata dengan tujuan agar kita semua dapat membebaskan diri dari ikatan fisik, mental, dan spiritual yang telah menjerat selama ini. Kami mengharapkan kita semua dengan pikiran baru yang telah "bebas" dapat membuat penilaian kembali atas apa yang telah dipelajari dari semua ini. Apakah Anda telah terjatuh ke dalam tipu muslihat besar-besaran di dunia ini? Apakah Anda telah terjatuh ke dalam penipuan new age (zaman baru)?

Coba perhatikan pengakuan Leo Zagami kepada seorang reporter,

"Apakah Anda bermaksud mengatakan bahwa Zecharia Sitchen adalah anggota Illuminati?" tanya reporter.

"Tentu saja. Zecharia Sitchen bertemu dengan Corrado Balduci. Orang Yahudi. Corrado Balduci bukan hanya juru bicara resmi mengenai UFO di Nevada. Dia adalah ahli terminologi. Dialah pengusir setan. Crowley-lah yang mengatakan bahwa kita menyebut yang disembah sebagai "dewa". Kemudian kita menyebutnya dengan kata "para malaikat". Dan lima puluh tahun yang akan datang kita akan menyebutnya dengan nama lain."

Apakah kita telah dipecah belah dan dikuasai? Apakah kita telah terjebak ke dalam ilusi New World Order (Tatanan Dunia Baru)? Dan sebagai imbalannya, apakah kita telah memeluk pandangan dan gaya hidup kelompok ekstrimis? Ataukah sebaliknya, kita telah mempersiapkan perubahan positif dengan mengikuti garis keyakinan moderat dan toleran sebagaimana diamanatkan oleh ajaran-ajaran para Nabi kita? Kita bisa melihat, persekongkolan global ini dengan teliti telah dibangun untuk membutakan kita semua dari kebenaran. Yaitu, kebenaran yang menyatakan bahwa kita semua memiliki satu Tuhan, dan kita mengikuti ajaran semua Nabi yang telah diutusnya. Jika kita telah mengikuti ajaran-ajaran para Nabi kita maka kita akan memahami mengapa sistem itu dikembangkan.

Apakah menurut kalian, mereka yang disebut sebagai pemimpin Muslim di Palestina telah melaksanakan kewajiban mereka untuk pencapaian kebebasan di sana? Apakah jutaan dolar uang minyak yang mereka habiskan telah digunakan untuk menyebarkan kebajikan di muka bumi? Apakah menurut Anda Vatikan tidak mampu memerangi penyakit dan kelaparan di Afrika?

Jawabannya Pemimpin Palestina dan Vatikan, keduanya mampu untuk melakukannya, namun hati mereka telah rusak. Jangan salah memahami, kelompok Illuminati bukanlah penganut ateisme. Mereka bekerja di bawah sebuah agenda untuk mewujudkan nubuat mengenai Mesiah atau juru selamat yang mereka nantikan. Dan mereka membanggakan diri mereka karena telah melayani setan, "para malaikat sesat", dan perwakilannya di muka bumi yaitu Dajjal atau Anti-Kristus.

Coba kita perhatikan wawancara dengan Roger Morneau,

"Jadi, kita tengah berada dalam perang, Kebenaran melawan Kejahatan. Seseorang berkata, "Kami kebetulan berada di pihak Kejahatan, namun tidak seburuk itu". Dia bilang, "Aku memperhatikan bisnis ini, di antara kekuatan baik dan jahat, yang satu percaya kepada Tuhan, dan yang satu lagi percaya kepada Lucifer". Ini seperti politik."

Setiap agama besar di muka bumi ini, mengajarkan kepada penganutnya bahwa musuh terbesar adalah setan yang pernah sebelumnya menempati surga lalu menolak perintah Tuhan untuk sujud kepada Adam, lalu Tuhan pun mengusirnya. Mereka pun berjanji akan menggoda Adam dan Hawa serta keturunannya. Di dalam Kitab Suci Al-Qur'an yang mulia dikatakan,

"Dan sesungguhnya setan telah membuktikan kepada mereka bahwa pikirannya adalah benar, dan mereka semua mengikutinya, namun tidak bagi golongan yang mempercayai kebenaran. Dan dia (setan) tidak memiliki kekuasaan atas mereka (yang mempercayai kebenaran) ini," (QS. 34: 20-21).

Kita meletakkan kepercayaan penuh kepada ayat suci itu. Ayat itu tidak membuat kita ragu untuk meletakkan di mana posisi kita yang sebenarnya, apakah kita mempercayai kebenaran yang diturunkan Allah SWT. atau rayuan dan jebakan setan.

Yang patut kita waspadai bukanlah ajakan Kitab Suci, namun letakanlah keraguan itu pada ucapan atau kata-kata yang terlontar dari mulut para pemimpin dunia. Apakah kita masih bisa mempercayai apa sih maksud sebenarnya dari ucapan George W. Bush ini?

"Semua bangsa di semua wilayah dunia sekarang memiliki pilihan, apakah kalian akan berada di pihak kami, ataukah di pihak teroris."

Siapakah pihak kami yang dimaksudkan itu? Kelompok pecinta perdamaiankah, atau kelompok Illuminati? Sekarang kita mencurigainya bukan?

Perhatikan kembali wawancara dengan Roger Morneau, dan temukan benang merahnya,

"Dia katakan kepadaku, "Lihatlah, kami memuja roh, kami memuja Lucifer dan semua malaikat-malaikatnya". Malaikat-malaikat mereka ini maksudnya seperti para malaikat tampan dan cantik yang berada di surga. Dan bagi orang-orang ini, mereka menjual jiwa mereka untuk meyakini bahwa "Yesus" tidak akan kembali ke bumi dengan segala kekuatan dan kebenarannya."

Dasar-dasar untuk terjadinya Perang Besar Akhir Zaman sudah berada dalam genggaman. Semua pertanda telah terjadi, semua nubuat telah digenapkan. Biarlah semua orang mengetahui, bahwa sementara para pemimpin boneka secara pasif mengamati kejahatan yang tengah terjadi di dunia, garis darah Nabi tengah mempersiapkan kedatangannya. Mereka memimpin perlawanan terhadap proyek Zionis-Dajjal. Mereka telah membangun pasukan tentara Al-Mahdi, yang mengancam keberadaan negara Zionis Israel. Inilah sebuah pertanda bagi mereka yang menyadari adanya pertanda-pertanda. Pada tahun 2008, pemimpin Hizbullah yaitu Sayyid Hasan Nasrullah berpidato di Israel,

"Wahai Zionis, wahai pembunuh, wahai pemerkosa. Demi Allah, aku bersumpah, dalam perang yang akan datang, kami akan menghadapi kalian dengan cara yang tidak pernah kalian saksikan sepanjang keberadaan kalian."

Kedatangan Imam Mahdi sudah dekat. Beliau akan memulai jalan keadilannya, jalan yang hanya diselesaikan oleh seseorang terpilih. Dunia akan dikuasainya, Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad 1400 tahun lalu, yang setelah itu dikoyak, diadu domba, dan dilemahkan, akan ditegakkannya.

Muhammad Rasulullah SAW. bersabda,

"Ketika musuh Tuhan (Dajjal) memandangnya, dia akan meleleh seperti garam di dalam air," (Sahih Muslim).

Dalam hadis lainnya, Nabi yang sangat mencintai dan sangat menginginkan kemenangan bagi umatnya, bersabda,

"Putra Maryam (Nabi Isa) akan turun ke hadapan kalian semua sebagai seorang Raja yang adil," (Nabi Muhammad, Sahih Muslim dan Bukhari).

"Kemudian Nabi Isa AS. akan datang kepada orang-orang yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal. Kemudian dia akan menyapu (sisa-sisa penderitaan dari) wajah mereka dan mengabarkan kepada mereka derajat mereka di surga," (Ibnu Majah).

Imam Mahdi akan menjadi orang yang memperkenalkan Nabi Isa AS. sebagai Mesiah sejati. Secara bersama-sama, mereka berdua akan bergabung dalam satu kekuatan, dan pada saat yang paling tepat, mereka akan mengarahkan pertempuran menghadapi Dajjal dan membuka kedoknya sebagai Anti-Kristus. Pada akhirnya Dajjal akan melihat kebenaran bahwa hanya ada Tuhan Maha Esa yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Yaitu, Tuhan yang mengutus Nabi Adam AS., Nabi Musa putra Imran AS. yang disebut Kalamullah (yang dapat berbicara langsung kepada Allah). Allah juga yang mengutus Nabi Isa putra Maryam AS. yang diberi gelar Ruhullah (Yang dapat menghidupkan orang mati atas kebesaran Allah), dan yang mengutus serta memberikan Kitab Suci Al-Qur'an Al-Karim kepada Muhammad Rasulullah SAW. yang memiliki gelar Habibullah (Kekasih Allah).