Bab 32: Persatuan Antar Umat Manusia - The Diary Of Dajjal

Persatuan Antar Umat Manusia
Dikutip dari buku The Diary Of Dajjal Bab 32: Persatuan Antar Umat Manusia.

Lebih baik menyalakan lilin kecil
daripada mengutuki kegelapan
-Peribahasa Cina

SESUNGGUHNYA dunia yang kita diami telah dipersiapkan pertempuran antara kebenaran melawan kebatilan, tanpa pernah kita sadari, bahkan membayangkannya saja kita tidak. Kami tidak tahu apakah J.R.R. Tolkien, penulis buku The Lord of The Rings, sengaja atau tidak menuliskannya. Namun, keakuratan yang ada dalam film itu, mengenai pertempuran kebenaran versus kebatilan, hampir seperti yang bisa kami bayangkan. Sekali lagi di dunia nyata ini, para aktor pertempuran sudah ada, skenarionya pun sudah disusun sejak lama, sistemnya sudah berjalan rapi walaupun belum rampung, dan kalian, umat manusia, mau tidak mau akan terlibat di dalamnya.

Untuk memahami pertempuran terakhir, kita harus memahami bahwa,

"Kedamaian sejati tidak hanya sekedar situasi tanpa ada ketegangan, tetapi lebih kepada kehadiran Keadilan." (Martin Luther King).

"Untuk memahami spiritualitas, energi dan cakra, kita harus memahami bahwa kita bukanlah makhluk manusia dalam perjalanan spiritual. Kita adalah makhluk spiritual dalam perjalanan makhluk manusia." (Stephen Covey).

"Jika kita tengah berada dalam kekhawatiran atau ketakutan mengenai apa yang akan disuguhkan oleh masa depan kepada kita, maka kita harus memahami bahwa rahasia kesehatan, baik pikiran maupun tubuh, bukanlah dicapai dengan berkabung atas kejadian masa lalu, mencemaskan masa depan, dan mengantisipasi permasalahan, tetapi dengan hidup di masa kini secara bijaksana dan bersungguh-sungguh." (Sidharta Buddha Gautama).

Kami berharap bahwa para penganut paham ateis sejati dapat menemukannya di dalam diri mereka sendiri untuk mempertimbangkan kesimpulan dari apa yang telah mereka buat setelah menerima apa yang kami persembahkan ini, dan berupaya untuk secara sungguh-sungguh menemukan Allah. Kami berharap bahwa mereka yang percaya terhadap Annunaki, UFO, dan manusia reptil, diuntungkan oleh seri ini setelah mengetahui kebenaran mengenai "para dewa". Kami berharap para pemeluk agama Hindu, Buddha, pengikut Rastafarian, dan yang lainnya tetap berpegang kepada ajaran-ajaran mereka yang indah, tetapi juga mulai belajar untuk berpaling dari pemujaan berhala, dan beralih kepada Tuhan yang Esa, Sang Pencipta. Kami juga percaya bahwa pemeluk Yahudi yang sesungguhnya akan mempelajari Taurat yang asli, dan menghormati ajaran-ajaran yang pernah dibawa oleh Nabi Musa AS., sebagai jawaban untuk menghadapi Zionisme. Kami percaya bahwa pemeluk Kristen akan menyelidiki kebenaran mengenai kisah Yesus untuk memahami pijakan kita yang sama, yang tak terbantahkan.

Perbedaan antara kita tidak lebih tipis dari garis ini. Kami percaya bahwa umat Muslim yang sesungguhnya akan menyelidiki pembunuhan kepada Keluarga Suci Muhammad Rasulullah SAW. sebagai bentuk penghargaan dan cinta kepada Nabinya, namun juga menemukan dalam hati mereka peran monumental yang dimainkan oleh Abu Bakar yang jujur, Umar bin Khatab si Pemberani, kekuatan dan kebijaksanaan Ali bin Abi Thalib si Gudang Ilmu, dan penghargaan serta ajaran-ajaran Keluarga Suci Nabi (saw).

Inilah yang diharapkan oleh Muhammad Rasulullah SAW. Dan ketika penghargaan kita mencakup penghargaan terhadap para pemimpin ini, maka dengan demikian kita adalah umat Islam yang sesungguhnya.

Kami tidak pernah menyatakan bahwa kelompok manapun, agama apapun, atau aliran apapun adalah sesat, atau penghuni neraka, sebab itu adalah pernyataan yang tidak berhak disampaikan oleh seorang manusia di muka bumi ini. Kami hanyalah menyalakan api cahaya mengenai topik yang akan memainkan peranan krusial menuju Kedatangan Akhir. Sebab ada perbedaan antara menanti "Kedatangan" dan mengupayakan "Kedatangan" itu. Kami sangat bangga karena telah menyalakan begitu banyak lilin di seluruh dunia.

Kita hidup di zaman yang aneh, zaman dimana kita diberi sebutan-sebutan dan dilecehkan karena membali Keluarga Nabi. Pertanyaannya adalah bukan hanya apakah, bila, bagaimana, oleh siapa atau kapankah keturunan Nabi dibunuh, tetapi semua pertanyaan itu menciptakan celah yang masih tetap menganga hingga saat ini. Saya akan memulai bagian ini dengan pertama-tama mengucapkan terima kasih atas semua komentar positif yang saya terima, dan mereka yang menekankan kesatuan dan penghargaan atas sesama. Dan bagi mereka yang kemudian menyampaikan penyebutan-penyebutan dan hinaan sektarian, marilah kita periksa apa yang telah dikatakan oleh mereka ini, agar kita memahami apa yang harus dilakukan di antara kita semua.

Itu semua belum termasuk ancaman pembunuhan yang dikirim melalui email. Tahukah Anda, membuktikan apakah semua ini? Semua komentar-komentar ini membuktikan bahwa semua yang telah terjebak ke dalam penyerangan sektarian seperti itu belumlah memahami pesan agamanya.

Anda semua tahu bahwa kami tidak mewakili sekte Islam tertentu, kami hanyalah menjadi apa yang diperintahkan Al-Qur'an, yaitu seorang muslim! Dan sampai siapa pun dapat membuktikan bahwa Al-Qur'an memerintahkan kita untuk bergabung dalam aliran tertentu, maka sebutan-sebutan yang diberikan oleh manusia tidak akan pernah bisa dibenarkan. Kita sendiri mengetahui, bahwa kebanyakan dari kita tidak mengerti bahwa "Islam", dalam struktur bahasa Arab adalah sebuah hal, atau dalam struktur bahasa Inggris adalah kata keterangan (adverbia). Intinya, Islam bukanlah sebuah kata benda. Islam adalah gambaran terhadap cara hidup dan ketetapan hati. Islam adalah mengenai apa yang kita lakukan, dan apa yang kita percayai dalam hati. Islam bukan mengenai sebutan atau nama yang diberikan orang lain kepada kita, dari luar. Ingatlah semua itu sebelum kita memberikan sebutan kepada penganut Kristen, Yahudi, Buddha, Rastafarian, Syi'ah, Sufi, Sunni, dan lain sebagainya.

Sejak kapan membela Keluarga Nabi menjadikan kita anti-Sunni? Sejak kapan membela sahabat Nabi menjadikan kita anti-Syi'ah? Sebagaimana halnya Kristen, Yudaisme, dan kebanyakan agama, sebutan-sebutan ini adalah pembeda yang diciptakan oleh manusia untuk memecah belah kita semua. Ini adalah fitnah, dan hanya sikap hormat yang wajar dan upaya penyatuanlah yang dapat mengatasi luka yang tak tersembuhkan dan menganga itu. Inilah ujian bagi kita sebagai Muslim sejati. Lebih mudah bersatu menentang pihak lain, namun mampukah kita bersatu di antara kaum kita sendiri? Untuk menemukan kebenaran, seseorang harus menghilangkan segala bias dari hatinya, dan dengan sungguh-sungguh mencari kebenaran itu, terlepas dari segala macam sebutan yang diciptakan oleh manusia. Dapatkah kita memahami bahwa Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk bersatu sebagai satu umat? Allah dan Rasul-Nya mengetahui apa yang akan terjadi.

Dapatkah kita membaktikan hidup kita untuk menjalankan perintah itu? Dapatkah kita saling menghormati dengan sesama dan mengatasi segala perbedaan, untuk menjadi satu umat? Inilah ujian untuk kita semua! Kita bisa lulus atau gagal dalam ujian ini. Lulus tidak berarti bahwa pihak lain salah, atau kita lantas menjadi aliran yang paling benar. Namun lulus adalah berhasil mengatasi perbedaan dan bersatu dalam persamaan. Saya telah mempelajari semua agama dengan seksama. Saya telah mempelajari pemikiran Sunni di sekolah pemikiran Sunni, dan memperoleh penghargaan yang sangat besar. Saya juga mempelajari pemikiran Syi'ah di sekolah pemikiran Syi'ah, dan memperoleh penghargaan yang sangat besar pula. Saya duduk, tertawa, berbicara dan berinteraksi dengan begitu banyak orang baik dari segala agama dan aliran kepercayaan.

Jika kita bersungguh-sungguh, tahukah kita apa yang akan kita temukan? Kita akan menemukan sebuah pijakan sama yang tak bisa disangkal. Konflik Sunni-Syi'ah dapat diselesaikan hanya jika masing-masing aliran sungguh-sungguh mempelajari, berinteraksi dan saling memahami satu sama lain. Tahukah Anda apa yang telah kami temukan mengenai perpecahan antara Sunni-Syi'ah? Setelah kesepakatan bersama diambil, dan semua pertentangan aliran terselesaikan, masing-masing aliran melakukan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadan, berzakat setiap tahun, dan melaksanakan ibadah haji. Kedua aliran ini meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad SAW. adalah utusan-Nya yang terakhir. Bukankah semua itu adalah lima rukun Islam? Jika demikian, lantas apakah kita berhak menyebut aliran lain adalah kafir atau penghuni neraka? Marilah kita menetapkan tujuan untuk berteman dengan mereka yang berbeda aliran dan berbeda agama. Sehingga dengan cara seperti itulah perbedaan akan dapat diatasi, dan kita hidup di atas pijakan yang sama.

Seorang teman dekatku yang bernama Moez Massoud yang juga adalah Dosen dan Pembawa Acara TV Internasional berkata,

"Aku akan mulai dengan mengatakan bahwa aku berdiri tepat di sebelah Anda untuk mengajakmu memotong embel-embel pembukaan. Sebab aku ingin berbicara dari hati dan bukan karena posisi yang diberikan oleh dunia yang fana ini kepadaku. Aku ingin membaca sebuah ayat dari Al-Qur'an. Dalam pencarian pribadi, aku ingin membacakan ayat selama sekitar dua atau tiga menit jika Anda tidak berkeberatan. Bagi Anda yang percaya kepada kitab suci Al-Qur'an, maka Anda akan mendengarkan untuk mengetahui apa yang diserukan Allah Sang Pencipta kepada kita. Dan bagi Anda yang tidak mempercayai Al-Qur'an, janganlah tersinggung. Aku tidak hendak melindungi Anda. Dengarkan saja dengan cara yang Anda kehendaki, "Hai manusia! Telah kami ciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikanmu dalam kelompok masyarakat dan suku-suku agar kalian saling mengenal.". Itulah yang paling berharga untuk kalian. Tuhan adalah yang paling mengetahui. Tuhan mengetahui segalanya dan menyadari segalanya."

Terjemahan sederhana dari ayat ini mungkin terdengar kasar, sebab agak susah menginterpretasikan sebuah kebenaran pokok ke dalam bahasa lain. Seperti ini, "Wahai orang-orang, wahai kemanusiaan, wahai umat manusia, Kamilah dan inilah kerajaan yang berkuasa. Kata "Kami" di sini bukan bermakna jamak. Kami di sini adalah Tuhan. Kami ciptakan kalian dari sepasang laki-laki dan perempuan, dan kami tempatkan kalian di antara masyarakat dan suku-suku untuk saling mengenal satu sama lain.".

Menurut kami, dalam konteks ini, telah menyampaikan kebenaran, keindahan dan keadilan, kebiakan yang berdaulat. Menurut kami, semua orang di sini dengan satu dan lainnya percaya bahwa ada kebenaran dalam hal ini. Sebab Anda tidak akan berada di sini jika dalam hal ini tidak ada kebenaran. Ada sebuah keindahan dalam pesan ini, dan juga kebaikan. Sebab dengan satu dan lain hal, semua orang yang ada di sini memiliki kebaikan dan keadilan. Hal yang membedakan di antara kita adalah bagaimana kita memaknai secara berurutan keadilan, kebenaran, keindahan, dan kebaikan itu. Biarkan kami mengatakan dengan nama Allah bahwa semua itu adalah semantik atau perbedaan. Itu hanyalah sekedar masalah semantik. Jika kita duduk bersama dan berbicara, maka kita akan saling memahami.

Semoga Allah memberkati. Mungkin suatu hal busuk dapat membawa keuntungan. Menurutku ada banyak keuntungan yang telah didapatkan dari ini, dan aku sangat bahagia hidup di dunia ini, di masa kini untuk memperoleh pengalaman ta'aruf kemanusiaan, karena mengenal satu sama lain dan mengenali pijakan yang sama di antara kita. Kita semua memiliki penyebut yang sama. Pembilanglah yang membedakan kita. Begitulah jika diibaratkan dengan matematika.

Di mata kami, sesama muslim adalah bersaudara dalam Islam, dan non-muslim adalah saudara kita dalam kemanusiaan. Perlakukanlah sesama dengan rasa kesopanan dan penghormatan. Pahamilah bahwa ekstrimisme di pihak manapun dan dalam agama apapun adalah keliru. Muhammad Rasulullah SAW. berkata,

"Lakukanlah kebaikan dengan sebenar-benarnya, sungguh-sungguh dan moderat (tidak berlebih-lebihan). Selalu lakukanlah segala tindakan dengan sewajarnya dan biasa, niscaya tujuanmu (surga) akan tercapai." (Sahih Bukhari).

Apakah kita adalah contoh Muslim yang sewajarnya?
"Dan janganlah menjadi seperti mereka yang telah memecah-belah dan membeda-bedakan sementara segala bukti nyata telah tersaji untuk mereka. Bagi mereka siksaan yang paling hebat yang akan diterima.

Sesungguhnya, mereka yang memecah-belah agama dan membaginya ke dalam aliran-aliran, kau (Muhammad Rasulullah) sama sekali tidak memiliki urusan dengan mereka. Urusan mereka hanyalah dengan Allah yang akan memberitahu kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.

Dan sesungguhnya kalian adalah satu umat, dan Aku adalah Tuhanmu dan Penilaimu, maka takutlah kepadaku."

Hormatilah para sahabat Muhammad Rasulullah SAW., hormatilah Keluarga Suci atau para Imam penerus Nabi Muhammad SAW.

"Pecah-belah dan Kuasai" adalah SLOGAN mereka.

Sudah terjebakkah kita?
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.